Translate

Berita Terkini Antara News
Memuat berita...
Postingan Terbaru Basando
Memuat postingan...

Rekomendasi Artikel

Memuat postingan acak...

Daftar Majas Terpopuler dalam Ujian / TKA Bahasa Indonesia





Daftar Majas Terpopuler dalam Ujian Bahasa Indonesia: Panduan Belajar Praktis



Daftar Majas





Dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya menjelang ujian evaluasi atau TKA, pemahaman mengenai gaya bahasa atau majas merupakan salah satu materi kebahasaan yang sangat sering diujikan. Majas adalah sebuah kiasan untuk melukiskan sesuatu dengan jalan memperbandingkan atau menghubungkan sesuatu hal dengan hal atau keadaan lain agar memberikan efek estetis dan gambaran konkret di benak pembaca.

Berdasarkan klasifikasi tata bahasa, gaya bahasa secara garis besar dibagi menjadi empat kelompok utama, yaitu gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa sindiran, gaya bahasa pertentangan, dan gaya bahasa penegasan.

Berikut adalah daftar majas yang paling sering muncul dalam soal-soal ujian, lengkap dengan definisi ringkas yang mudah diingat serta contoh kalimatnya.




I. KELOMPOK MAJAS PERBANDINGAN

Gaya bahasa yang membandingkan atau menyamakan suatu hal dengan hal lainnya.


1. Simile (Perumpamaan)

  • Cara Mudah Mengingat: Membandingkan dua hal secara terang-terangan (eksplisit) menggunakan kata pembanding.
  • Kata Kunci: seperti, laksana, bak, bagaikan, bagai, seumpama.
  • Contoh Kalimat:
    • Kasih sayang kedua orang tua kepada anaknya itu laksana orang yang menenteng minyak yang penuh, sangat hati-hati dan penuh kehati-hatian.
    • Adik dan kakaknya selalu bertengkar bak kucing dan anjing.


2. Metafora

  • Cara Mudah Mengingat: Membandingkan dua hal secara langsung (implisit) tanpa menggunakan kata penghubung atau pembanding. Majas ini langsung menggunakan kata kiasan untuk menggantikan kata benda fisik, sifat, atau perbuatan.
  • Contoh Kalimat:
    • Ayah bekerja keras setiap hari karena ia adalah tulang punggung keluarga kami.
    • Polisi akhirnya berhasil menangkap basah sang tangan panjang yang meresahkan warga kompleks.


3. Personifikasi

  • Cara Mudah Mengingat: Menggambarkan benda mati atau makhluk hidup bukan manusia seolah-olah memiliki sifat dan perilaku seperti manusia.
  • Contoh Kalimat:
    • Ketika saya sedang termenung, samar-samar nyanyian jangkrik terdengar di sampingku.
    • Sesaat sebelum hujan deras turun, angin dingin menyambar leher dan wajahku dengan kasar.


4. Antonomasia

  • Cara Mudah Mengingat: Menyebut atau memanggil seseorang bukan dengan nama aslinya, melainkan berdasarkan ciri fisik, sifat menonjol, atau gelar yang melekat padanya. Majas ini sangat sering muncul dalam soal ujian yang menganalisis teks hikayat.
  • Contoh Kalimat:
    • Hatta beberapa lamanya, si Miskin beserta istrinya pun pergi mencari dedaunan untuk dimakan.
    • Aku sangat bersyukur bisa bertemu dan mengucapkan terima kasih secara langsung kepada perempuan tua yang menolongku kemarin.


5. Alegori

  • Cara Mudah Mengingat: Menggunakan kiasan atau penggambaran utuh yang membentuk satu kesatuan cerita/paragraf untuk menjelaskan suatu nilai kehidupan atau konsep abstrak.
  • Contoh Kalimat:
    • Kehidupan rumah tangga ibarat sebuah bahtera yang berlayar di tengah samudra luas. Terkadang mereka harus melewati riak ombak yang tenang, namun ada kalanya mereka harus bertahan menghadapi terpaan badai dan angin kencang agar kapal tidak karam.


6. Hiperbola

  • Cara Mudah Mengingat: Melukiskan sesuatu secara berlebihan dari kenyataan yang sebenarnya agar menarik perhatian pembaca.
  • Contoh Kalimat:
    • Pakar hukum tata negara itu menjelaskan bahwa kepentingan politik golongan tertentu sanggup mengubah seluruh konstitusi negara secepat kilat.


7. Litotes

  • Cara Mudah Mengingat: Menyatakan sesuatu dengan cara merendahkan diri dari kenyataan yang sebenarnya dengan tujuan menjaga kesopanan.
  • Contoh Kalimat:
    • Bila Anda sedang melintasi daerah kami, silakan singgah sejenak untuk beristirahat di gubuk reot kami ini.


8. Metonimia

  • Cara Mudah Mengingat: Menyebutkan nama merek, atribut, atau karakteristik khusus suatu barang untuk merujuk pada benda umum yang dimaksud.
  • Contoh Kalimat:
    • Sebelum jalanan diaspal beton, hampir semua warga di desa terpencil ini tidak ada yang sanggup memakai Honda untuk bepergian. (Catatan: Kata "Honda" digunakan sebagai metonimia untuk menyebut sepeda motor).


9. Sinestesia

  • Cara Mudah Mengingat: Gaya bahasa berupa pertukaran tanggapan antara dua indra yang berbeda (misalnya indra pengecap dirasakan oleh indra pendengaran).
  • Contoh Kalimat:
    • Telingaku terasa panas saat mendengar kalimat-kalimat kritikan yang sangat pedas yang dilontarkan olehnya kemarin sore.



II. KELOMPOK MAJAS SINDIRAN

Gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir seseorang atau sesuatu hal demi meningkatkan kesan kata, mulai dari sindiran halus hingga kasar.


10. Ironi

  • Cara Mudah Mengingat: Menyindir dengan cara mengatakan kebalikan dari kenyataan yang ada (halus/santun).
  • Contoh Kalimat:
    • Harga kedelai di pasar murah sekali, sampai-sampai seluruh pengusaha pabrik tahu dan tempe terpaksa gulung tikar.


11. Sinisme

  • Cara Mudah Mengingat: Sindiran langsung yang diungkapkan menggunakan kata-kata yang lebih tajam atau sinis secara jujur/setulus hati.
  • Contoh Kalimat:
    • Mengapa kamu masih bertanya tentang kejujuran, sementara kemarin di kantin sendiri kamu makan empat kue tetapi hanya membayar tiga kue saja?


12. Sarkasme

  • Cara Mudah Mengingat: Sindiran yang paling keras dan kasar. Majas ini secara terang-terangan menyerang, menyinggung, atau menghujat seseorang secara langsung.
  • Contoh Kalimat:
    • Dasar otak udang, penjelasan yang sesederhana ini pun masih tidak bisa kamu pahami dengan baik!



III. KELOMPOK MAJAS PERTENTANGAN

Gaya bahasa yang digunakan untuk mempertentangkan dua hal guna memberikan penekanan makna.


13. Paradoks

  • Cara Mudah Mengingat: Mengemukakan dua situasi yang seolah-olah saling bertentangan, namun jika ditelaah lebih dalam ternyata kedua-duanya mengandung kebenaran.
  • Contoh Kalimat:
    • Rani merasa sangat kesepian dan terasing, padahal ia sedang berdiri di tengah keramaian kota megapolitan ini.



IV. KELOMPOK MAJAS PENEGASAN

Gaya bahasa yang digunakan untuk menegaskan atau memperkuat hal yang dimaksud.


14. Repetisi

  • Cara Mudah Mengingat: Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
  • Contoh Kalimat:
    • Dia pasti akan datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini.






💡 Tips Ujian:
Saat menganalisis soal majas pada teks fiksi di lembar ujian, perhatikan keberadaan kata kunci pembantunya. Jika terdapat kata pembanding seperti "seperti" atau "bagaikan", jawabannya hampir pasti adalah Simile. Namun, jika benda mati digambarkan aktif melakukan sesuatu, prioritas jawaban Anda adalah Personifikasi!

 


Sumber:

google gemini google trends google translate microsoft copilot Microsoft bing chat perplexity perchance chat openai paragraphai plagiarism checker unsplash


Read more: https://basando.blogspot.com

Basando by Andriyansyah Marjuki aka Abank Juki is licensed under Creative Commons Attribution NonCommercial 4.0 International




Follow us:

@Basando on Twitter

Basando on Facebook






Silakan Tinggalkan Pesan

Silakan ikuti blog ini terlebih dahulu jika ingin berkomentar!

Lebih baru Lebih lama

Pengikut

Rekomendasi Artikel

Menampilkan postingan...