Judul: Penyesalan Sang Pejabat
Genre: Drama
Durasi: 90 menit
SCENE 1
INT. RUANG KERJA PAK ARIF - SIANG HARI
(Pak Arif duduk di kursinya, mengenakan jas formal. Di meja kerja yang megah, terdapat tumpukan dokumen dan sebuah amplop cokelat yang mencurigakan. Seorang kontraktor masuk membawa dokumen proyek.)
KONTRAKTOR
(serius) Pak Arif, seperti biasa, ini dokumen final proyek pembangunan. Anggarannya sudah sesuai arahan Bapak.
PAK ARIF
(tersenyum licik, mengambil amplop) Bagus sekali. Pastikan semuanya sesuai rencana. Jangan ada yang mencurigakan.
KONTRAKTOR
Tentu, Pak.
(Kontraktor pergi meninggalkan ruangan. Pak Arif membuka amplop yang berisi uang dan memandanginya dengan puas.)
SCENE 2
INT. KANTOR REDAKSI - MALAM HARI
(Maya, seorang jurnalis muda, duduk di meja kerjanya yang penuh dengan dokumen dan laporan. Ia sedang membaca sebuah laporan mengenai proyek pemerintah yang mencurigakan.)
MAYA
(berbicara kepada atasan) Pak, laporan ini menunjukkan ada aliran dana yang tidak wajar pada proyek Pak Arif. Kita harus menyelidiki lebih dalam.
ATASAN
(hati-hati) Maya, kau harus ingat, Pak Arif bukan orang sembarangan. Berhati-hatilah jika kau ingin melanjutkan ini.
MAYA
(tegas) Jika kita diam, siapa lagi yang akan mengungkap kebenaran ini?
(Atasan mengangguk setuju, meski terlihat ragu. Maya segera kembali bekerja dengan penuh semangat.)
SCENE 3
EXT. RUMAH PAK ARIF - MALAM HARI
(Pak Arif sedang duduk di ruang tamu bersama istrinya. Wajahnya gelisah setelah menonton berita yang menyebut namanya dalam dugaan korupsi. Anaknya masuk ke ruangan.)
ANAK PAK ARIF
(penasaran) Ayah, di sekolah semua orang membicarakan berita itu. Apa benar Ayah melakukan korupsi?
PAK ARIF
(marah, mengelak) Jangan dengarkan mereka! Itu semua hanya fitnah!
(Anaknya terlihat kecewa dan pergi. Istrinya memandang Pak Arif dengan rasa cemas.)
SCENE 4
INT. KANTOR PAK ARIF - SIANG HARI
(Maya masuk ke ruangan Pak Arif dengan membawa dokumen penting. Pak Arif terlihat panik tetapi mencoba tetap tenang.)
MAYA
(serius) Pak Arif, saya tahu semuanya. Dokumen ini menunjukkan aliran dana yang tidak wajar. Anda tidak bisa terus bersembunyi di balik jabatan Anda.
PAK ARIF
(marah) Apa yang kau tahu tentang tekanan yang harus aku hadapi? Semua ini bukan karena aku ingin, tetapi karena sistem yang memaksa!
MAYA
(tegas) Tetapi Anda tetap punya pilihan. Mengaku dan bertanggung jawab, atau terus hidup dalam kebohongan.
(Pak Arif terdiam, terlihat mulai merenung. Kamera menyoroti wajahnya yang penuh penyesalan.)
SCENE 5
EXT. KONFERENSI PERS - SIANG HARI
(Pak Arif berdiri di depan podium dengan wajah penuh penyesalan. Wartawan dan kamera televisi memenuhi ruangan.)
PAK ARIF
(dengan suara berat) Saudara-saudara, saya telah melakukan kesalahan besar. Saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya akan menyerahkan diri kepada pihak berwajib dan mengembalikan dana yang telah saya salahgunakan.
(Wartawan sibuk mengambil gambar. Maya berdiri di belakang dengan ekspresi puas dan lega.)
SCENE 6
EXT. PERKAMPUNGAN MISKIN - PAGI HARI
(Pak Arif, yang kini tidak lagi menjabat, sedang membantu warga membangun rumah sederhana. Ia terlihat tersenyum ikhlas, meski wajahnya mencerminkan kelelahan dan pertobatan.)
NARASI MAYA
(voice-over) Pak Arif adalah pengingat bagi kita semua bahwa kesalahan terbesar sekalipun dapat ditebus dengan pertobatan dan aksi nyata. Karena dalam hidup, tidak ada kata terlambat untuk berubah.
(Kamera perlahan menjauh, menunjukkan Pak Arif yang dikelilingi warga yang tersenyum hangat.)
Basando by Andriyansyah Marjuki aka Abank Juki is licensed under Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International

Tidak ada komentar:
Harap beri komentar yang positif. Oke boss.....
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.