Mengenal Perbedaan Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (—) Menurut EYD V
Dalam penulisan bahasa Indonesia, masih banyak yang menganggap tanda hubung (-) dan tanda pisah (—) sebagai tanda baca yang sama. Padahal, berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima (EYD V) yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, keduanya memiliki bentuk fisik dan fungsi yang sangat berbeda.
Berikut adalah penjelasan mendalam beserta masing-masing 5 contoh kalimat dan analisisnya untuk membantu Anda memahaminya secara tuntas.
A. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung (-) digambarkan dengan garis strip pendek. Fungsinya secara umum adalah untuk menyambung unsur-unsur kata yang terpisah, merangkaikan unsur yang berbeda, atau memperjelas hubungan bagian kata.
Fungsi Utama Tanda Hubung menurut EYD V:
- Menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris di ujung halaman.
- Menyambung unsur kata ulang.
- Menyambung tanggal-bulan-tahun yang dinyatakan dengan angka, mengeja huruf satu demi satu, atau menuliskan skor pertandingan.
- Memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan agar tidak menimbulkan keambiguan makna.
- Merangkaikan unsur yang berbeda (misalnya antara huruf kapital dan nonkapital, atau huruf dengan angka).
- Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah, bahasa asing, atau slang.
- Menandai imbuhan atau bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.
- Menandai dua unsur yang merupakan satu kesatuan erat.
5 Contoh Kalimat dan Penjelasannya:
- Kalimat: Kakak membelikan anak-anak itu balon berwarna-warni di taman bermain.
- Penjelasan: Tanda hubung (-) digunakan untuk menyambung unsur kata ulang (yaitu "anak-anak" dan "berwarna-warni").
- Kalimat: Festival kebudayaan tersebut diselenggarakan untuk mempererat persatuan seluruh warga se-Indonesia.
- Penjelasan: Tanda hubung (-) digunakan untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia nonkapital (imbuhan se-) dengan nama diri yang diawali huruf kapital ("Indonesia").
- Kalimat: Ibu sedang sibuk meng-urus administrasi pendaftaran sekolah adik di ruang tamu.
- Penjelasan: Tanda hubung (-) digunakan untuk memperjelas hubungan bagian kata agar tidak menimbulkan keambiguan makna. Kata "meng-urus" (merawat/mengatur) ditulis dengan tanda hubung agar tidak dibaca sebagai "me-ngurus" (menjadi kurus).
- Kalimat: Kita perlu mem-back up semua data penting ke dalam penyimpanan awan secara berkala.
- Penjelasan: Tanda hubung (-) digunakan untuk merangkai imbuhan bahasa Indonesia (mem-) dengan kata asing ("back up").
- Kalimat: Pasangan suami-istri itu terlihat sangat harmonis saat menghadiri acara reuni sekolah kemarin.
- Penjelasan: Tanda hubung (-) digunakan untuk menghubungkan dua unsur kata yang membentuk satu kesatuan erat ("suami-istri").
B. Tanda Pisah (—)
Tanda pisah (—) memiliki bentuk fisik yang lebih panjang daripada tanda hubung (biasanya dibuat sepanjang huruf 'M' atau dikenal dengan istilah em dash). Fungsinya adalah untuk membatasi, menyisipkan keterangan tambahan, atau menyatakan rentang.
Fungsi Utama Tanda Pisah menurut EYD V:
- Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan merupakan bagian utama kalimat (kalimat sisipan).
- Mengapit keterangan aposisi (keterangan tambahan yang merupakan bagian utama kalimat dan dapat saling menggantikan dengan bagian yang dijelaskan).
- Digunakan di antara dua bilangan, tanggal (hari, bulan, tahun), atau nama tempat yang berarti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'.
5 Contoh Kalimat dan Penjelasannya:
- Kalimat: Perjuangan meraih cita-cita itu**—saya yakin kalian bisa—**harus dilakukan dengan konsistensi dan kerja keras.
- Penjelasan: Tanda pisah (—) digunakan untuk mengapit kalimat sisipan ("—saya yakin kalian bisa—") yang memberikan penjelasan tambahan di luar struktur utama kalimat.
- Kalimat: Bapak **Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—**selalu dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia sepanjang masa.
- Penjelasan: Tanda pisah (—) digunakan untuk mengapit keterangan aposisi ("—Proklamator Kemerdekaan RI—") yang dapat menggantikan subjek utama ("Soekarno-Hatta"). Catatan: Kalimat ini juga menggunakan tanda hubung pada nama "Soekarno-Hatta" karena merupakan kesatuan nama.
- Kalimat: Pameran karya seni rupa sekolah akan berlangsung pada hari Senin—Jumat depan di aula utama SMAN 1 Cikarang Utara.
- Penjelasan: Tanda pisah (—) di antara nama hari digunakan untuk menggantikan kata 'sampai dengan'.
- Kalimat: Program pembangunan jangka menengah daerah tersebut direncanakan untuk periode 2021—2026.
- Penjelasan: Tanda pisah (—) di antara dua bilangan tahun berfungsi menyatakan rentang waktu yang berarti 'sampai dengan'.
- Kalimat: Perjalanan kereta cepat rute Jakarta—Bandung kini dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
- Penjelasan: Tanda pisah (—) di antara dua nama tempat berfungsi menyatakan rute perjalanan yang berarti 'sampai ke'.
Ringkasan Perbedaan Utama
| Parameter | Tanda Hubung (-) | Tanda Pisah (—) |
|---|---|---|
| Bentuk Fisik | Lebih pendek (strip satu) | Lebih panjang (biasanya sepanjang dua strip/huruf M) |
| Fungsi Utama | Menyambungkan bagian kata, bentuk ulang, atau merangkai imbuhan | Menyisipkan keterangan tambahan atau membatasi kalimat |
| Makna Khusus | Tidak memiliki arti khusus, hanya penghubung | Berarti 'sampai dengan' (waktu/angka) atau 'sampai ke' (tempat) |

Posting Komentar
Silakan ikuti blog ini terlebih dahulu jika ingin berkomentar!