Informasi Unggulan

Search Engine (Mesin Pencari) Paling Populer di Dunia

tagar: google, bing, search, engine, mesin, pencari, populer, tools, internet, viral =================================== Berikut in...

Menceritakan Kembali Isi Cerita yang Dibaca



Pendahuluan

Selamat berjumpa dalam pelajaran Bahasa Indonesia melalui modul Online. Kali ini kamu akan mempelajari tentang menceritakan kembali cerita anak yang dibaca. Pernahkah kamu membaca buku cerita anak? Tentu sering kan? 

Untuk apa kamu membaca buku cerita anak? Tentu saja ada tujuannya. Banyak tujuan mengapa kamu tertarik membaca buku cerita anak, mungkin kamu ingin mengetahui isi buku cerita anak tersebut sehingga mendapatkan hiburan, atau kamu ingin menceritakannya kembali kepada orang lain. 

Nah, pada materi ini kita akan mempelajari bagaimana menceritakan kembali cerita anak. Agar kamu dapat dengan mudah menceritakan kembali cerita anak maka modul ini akan membahas: 

  • - Langkah-langkah Menceritakan Kembali Cerita Anak yang Dibaca
  • - Menceritakan Kembali Cerita Anak dengan Bahasa Sendiri


Untuk memahami pembelajaran tersebut, kamu harus tekun membaca modul ini. Selanjutnya, berlatihlah menceritakan kembali cerita anak sehingga kamu dapat menceritakan kembali isi cerita anak dengan baik.

Kegiatan Belajar: Langkah-langkah Menceritakan Kembali Cerita Anak


Membaca


Apa yang kamu ketahui tentang membaca? Apakah membaca? Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Sama halnya dengan membaca teks nonsastra, tujuan utama membaca cerita atau membaca teks sastra adalah memahami atau menangkap maksud penulis dalam karyanya. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa dalam rangka memahami sastra, kita perlu membaca teksnya terlebih dahulu. 

Dalam konteks ini, dapat dibedakan antara membaca sastra dan membacakan sastra. Membaca sastra bersifat impresif (menangkap maksud pengarang di balik karyanya), sedangkan membacakan sastra bersifat ekspresif. 

Secara umum, ada tiga jenis karya sastra, yaitu puisi, prosa, dan drama. Sekarang kamu sudah mengerti tentang membaca, selanjutnya mari kita mempelajari tentang cerita.

Pengertian Cerita


Cerita adalah karangan pendek yang berbentuk prosa yang mengisahkan suatu peristiwa yang disajikan secara singkat. Cerita dapat juga dikatakan sebagai buah pemikiran dan rasa yang disampaikan dengan gaya bahasa yang bervariasi dengan maksud tertentu.

Cerita yang sering kamu temui bermacam-macam peruntukannya, ada cerita untuk dewasa, remaja, dan anak-anak. Lalu apakah cerita anak? Cerita anak adalah cerita yang dikemas untuk dibaca dan didengarkan oleh anak-anak, biasanya berisi ajaran moral, keteladanan, dan contoh budi pekerti yang baik. Tepat untuk kamu kan?

Persamaan dan Perbedaan Cerita dengan Dongeng


Sekarang mari kita melanjutkan materi tentang cerita dan dongeng. Mungkin kamu masih sering bertanya-tanya, apakah cerita sama dengan dongeng? Kadang-kadang orang masih memperdebatkan antara cerita dan dongeng sebagai berbeda. Antara cerita dan dongeng perbedaannya terletak pada cakupannya, yaitu cerita lebih luas daripada dongeng, karena pada hakikatnya dongeng itu sendiri termasuk cerita.

Dongeng adalah cerita yang bersifat khayalan, sedangkan cerita dapat bersifat khayalan dan dapat juga bersifat nyata.

Dengan demikian, jika dilihat dari sifatnya, kita bisa menyimpulkan bahwa cerita bersifat nyata dan khayalan, sedangkan dongeng hanya bersifat khayalan. Bagaimana? Mudah kan? Sekarang mari kita lanjutkan! 

Apa yang harus kamu ketahui selanjutnya agar dapat menceritakan kembali sebuah cerita anak? Kamu harus memahami bagaimana langkah-langkah menceritakan kembali cerita anak. Mari kita lanjutkan!

Langkah-langkah Menceritakan Kembali Cerita Anak

1. Membaca secara keseluruhan isi cerita

Membaca secara keseluruhan isi cerita bertujuan agar dapat memahami isi cerita berkaitan dengan pencarian makna yang terkandung dalam cerita tersebut. Nilai-nilai atau amanat-amanat itulah yang harus kita temukan pada saat memahami isi cerita.

2. Mencatat tokoh dan penokohan dalam cerita

Tokoh merupakan motor penggerak alur. Tanpa tokoh, alur tidak akan pernah sampai pada bagian akhir cerita. Ada tiga tokoh bila dilihat dari sisi keterlibatannya dalam menggerakkan alur, yaitu: tokoh sentral, tokoh bawahan, dan tokoh latar.

Tokoh sentral
Tokoh sentral merupakan tokoh yang amat potensial menggerakkan alur. Tokoh sentral merupakan pusat cerita, penyebab munculnya konflik.

Tokoh bawahan
Tokoh bawahan merupakan tokoh yang tidak begitu besar pengaruhnya terhadap perkembangan alur, walaupun ia terlibat juga dalam perkembangan alur itu.

Tokoh latar
Tokoh yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap pengembangan alur, kehadirannya hanyalah sebagai pelengkap latar, berfungsi menghidupkan latar.

3. Mencatat latar atau setting cerita

Latar atau setting merupakan lukisan tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa (Abrams, 1981:175). Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas, dan sangat penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada. Fungsi latar ada dua, yaitu:
  • - agar cerita tampak lebih hidup
  • - menggambarkan situasi psikologis atau situasi batin tokoh

4. Mencatat alur cerita

Pemahaman terhadap alur cerita diperlukan agar dapat menceritakan dari awal sampai akhir cerita secara berurutut, yaitu mulai dari pemaparan (pemberian penjelasan tentang cerita serta pengenalan tokoh dan setting cerita); pengenalan masalah (pada saat tokoh memasuki konflik); klimaks (pada saat cerita mencapai puncaknya); danpenyelesaian (akhir sebuah cerita).

5. Mencatat gagasan pokok cerita

Menemukan gagasan pokok cerita atau ide pokok cerita merupakan suatu kewajiban bagi pembaca ketika mencoba menambah wawasan pengetahuannya melalui bacaan. Keterampilan menemukan gagasan pokok atau ide pokok bisa dilatih dan dikembangkan secara teratur dan berkesinambungan sehingga menangkap inti bacaan atau informasi yang diterimanya menjadi tepat, akurat, dan cermat. Gagasan pokok adalah gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.



Setelah memahami langkah-langkah menceritakan kembali cerita anak, mari kita lanjutkan materi berikut!

Contoh cerita:

Anak Katak yang Sombong dan Anak Lembu

Di tengah padang rumput yang sangat luas, terdapat sebuah kolam yang dihuni oleh berpuluh-puluh katak. Di antara katak-katak tersebut, ada satu anak katak yang bernama Kenthus, dia adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Oleh karena kelebihannya itu, Kenthus menjadi sangat sombong. Dia merasa kalau tidak ada anak katak lainnya yang dapat mengalahkannya. Sebenarnya, kakak Kenthus sudah sering menasihati agar Kentus tidak bersikap sombong pada teman-temannya yang lain. Akan tetapi, nasihat kakaknya tersebut tidak pernah dihiraukannya. Hal ini yang menyebabkan teman-temannya mulai menghindarinya, sehingga Kenthus tidak mempunyai teman bermain lagi.

Pada suatu pagi, Kenthus berlatih melompat di padang rumput. Ketika itu, ada seekor anak lembu yang sedang bermain di situ. Sesekali, anak lembu itu mendekati ibunya untuk menyedot susu. Anak lembu itu gembira sekali, dia berlari-lari sambil sesekali menyenggok rumput yang segar. Secara tidak sengaja, lidah anak sapi yang dijulurkan terkena tubuh si Kenthus.

"Huh, berani benar makhluk ini mengusikku," kata Kenthus dengan perasaan marah sambil coba menjauhi anak lembu itu. Sebenarnya, anak lembu itu pula tidak berniat untuk mengganggunya. Kebetulan, pergerakannya sama dengan Kenthus sehingga Khentus menjadi cemas dan melompat dengan segera untuk menyelamatkan diri.

Sambil terengah-engah, Kenthus sampai di tepi kolam. Melihat Kenthus yang kelihatan sangat lelah, kawan-kawannya nampak sangat heran. "Hai Khentus, mengapa kamu terengah-engah, wajahmu juga kelihatan pucat sekali," tanya teman-temannya.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya cemas. Lihatlah di tengah padang rumput itu. Aku tidak tahu makhluk apa itu, tetapi makhluk itu sangat sombong. Makhluk itu hendak menelan aku." Kata Kenthus.

Kakaknya yang baru tiba di situ menjelaskan. " Makhluk itu anak lembu. Sepengetahuan kakak, anak lembu tidak jahat. Mereka memang biasa dilepaskan di padang rumput ini setiap pagi."

"Tidak jahat? Kenapa kakak bisa bilang seperti itu? Saya hampir-hampir ditelannya tadi," kata Kenthus. "Ah, tidak mungkin. Lembu tidak makan katak atau ikan tetapi hanya rumput." Jelas kakaknya lagi.

"Saya tidak percaya kakak. Tadi, aku dikejarnya dan hampir ditendang olehnya." Celah Kenthus. "Wahai kawan-kawan, aku sebenarnya bisa melawannya dengan menggembungkan diriku," Kata Kenthus dengan bangga.

" Lawan saja Kenthus! Kamu tentu menang," teriak anak-anak katak beramai-ramai. "Sudahlah Kenthus. Kamu tidak akan dapat menandingi lembu itu. Perbuatan kamu berbahaya. Hentikan!" kata Kakak Kenthus berulang kali, tetapi Kenthus tidak mempedulikan nasihat kakaknya. Kenthus terus mengembungkan dirinya karena dorongan teman-temannya. Sebenarnya, mereka sengaja hendak memberi pelajaran pada Kenthus yang sombong itu

"Sedikit lagi Kenthus. Teruskan!" Begitulah yang diteriakkan oleh kawan-kawan Kenthus.

Setelah perut Kenthus menggembung dengan sangat besar, tiba-tiba Kenthus jatuh lemas. Perutnya sangat sakit dan perlahan-lahan dikempiskannya. Melihat keadaan adiknya yang lemas, kakak Kenthus lalu membantu.

Mujurlah Kenthus tidak apa-apa. Dia sembuh seperti sedia kala, tetapi sikapnya telah banyak berubah. Dia malu dan kesal dengan sikapnya yang sombong.
(sumber:ceritaanak.org)



Cerita di atas menarik kan? Jika kamu membacanya dengan saksama maka kamu akan dapat menemukan isi keseluruhan cerita, tokoh, perwatakan, latar, alur, gagasan pokok cerita, yaitu:

1. Isi cerita

Cerita yang berjudul Anak Katak yang Sombong dan Anak lembu berisi tentang kisah Khentus seekor anak katak yang sombong menganggap dirinya bisa melawan seekor anak lembu dengan cara menggembungkan badannya, namun akhirnya Khentus menyadari kesalahannya.

2. Tokoh

Tokoh yang terdapat pada cerita yang berjudul Anak Katak yang Sombong dan Anak Lembu adalah Khentus, kakak Kenthus, anak-anak katak, dan anak lembu.

3. Perwatakan

• Khentus berwatak sombong, merasa dirinya paling hebat.
• Kakak Kenthus berwatak baik dan bijaksana.
• Anak-anak katak senang memanas-manasi Khentus.

4. Latar atau setting

• Tempat: di tengah padang rumput yang luas di sebuah danau
• Waktu: pagi hari
• Suasana: tegang

5. Alur cerita

Pemaparan

Di padang rumput yang sangat luas, terdapat sebuah kolam yang dihuni oleh berpuluh-puluh katak. Di antara katak-katak tersebut, ada satu anak katak yang bernama Kenthus, dia adalah anak katak yang paling besar dan kuat. Oleh karena kelebihannya itu, Kenthus menjadi sangat sombong. Dia merasa kalau tidak ada anak katak lainnya yang mengalahkannya.

Pengenalan masalah

Secara tidak sengaja, lidah anak sapi yang dijulurkan terkena tubuh si Kenthus.

Klimaks

Setelah perut Kenthus menggembung dengan sangat besar, tiba-tiba Kenthus jatuh lemas.

Penyelesaian

Mujurlah Kenthus tidak apa-apa. Dia sembuh seperti sedia kala, tetapi sikapnya telah banyak berubah. Dia malu dan kesal dengan sikapnya yang sombong.

6. Gagasan pokok

Kesombongan Kenthus seekor anak katak.



Rangkuman


  1. Cerita anak adalah cerita yang dikemas untuk dibaca dan didengarkan oleh anak-anak, biasanya berisi ajaran moral, keteladanan, dan budi pekerti.
  2. Perbedaan cerita dan dongeng terletak pada cakupannya, yaitu cerita lebih luas daripada dongeng, karena pada hakikatnya dongeng itu sendiri termasuk cerita
  3. Langkah-langkah menceritakan kembali cerita anak yang dibaca:

    • membaca secara keseluruhan isi cerita;
    • catatlah tokoh, watak tokoh, dan alur;
    • mencatat gagasan pokok cerita.
















Teks Anekdot: Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, Struktur, Kaidah Bahasa, dan Contoh (Lengkap)

Teks Anekdot


A.  Pendahuluan


Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi.

Terkadang menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat karakter dengan ringan. Anekdot terkadang bersifat sindiran alami.


[[[a target="_blank" href="http://basando.blogspot.com">[[[img src="http://2.bp.blogspot.com/-R--_ZGo2MEI/URl5J8mRYyI/AAAAAAAAA5s/YQcGCOGpEDM/s1600/Basando+Mini+Banner.gif" />[[[/a>


B.  Definisi


Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur lucu dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan. Teks anekdot biasanya bertopik tentang layanan publik, politik, lingkungan, dan sosial.


C.  Tujuan


  1. Agar pembaca tertawa saat membacanya.
  2. Agar pembaca terhibur saat membaca.
  3. Untuk masukan seseorang yang di kritik.


D. Ciri-Ciri


  1. Berupa teks yang mendekati perumpamaan.
  2. Bersifat humor atau lucu.
  3. Dapat mengenai tokoh penting.
  4. Terselip kritikan.
  5. Bersifat menyindir.
  6. Mempunyai tujuan tertentu.
  7. Cerita yang disampaikan hampir mirip dengan dongeng.
  8. Cerita tentang karakter binatang dan manusia sering terhubung secara umum dan terlihat nyata.
  9. Menggambarkan karakter dengan singkat dan langsung pada intinya.


E.  Struktur 


1.  Abstraksi

Abstraksi menjadi struktur teks humor paling awal yang ada dalam sebuah teks bernama anekdot. Abstrak ditaruh di awal paragraf dengan fungsi untuk menggambarkan mengenai teks tersebut secara umum agar pembaca dapat membayangkan.

2.   Orientasi

Orientasi merupakan awal kejadian pada cerita atau juga bagian yang menjelaskan latar belakang mengapa peristiwa utama dalam cerita dapat terjadi.

3.   Krisis

Struktur teks anekdot berikutnya adalah Krisis. Krisis merupakan bagian yang menjelaskan mengenai pokok masalah utama dengan warna unik juga tidak biasa. Atau bahkan terjadi pasa penulisnya sendiri.

4.   Reaksi

Reaksi berhubungan besar dengan struktur krisis. Reaksi adalah bagian yang akan melengkapi berupa penyelasaian masalah menggunakna cara-cara yang juga unik dan berbeda.

5.   Koda

Seperti penutup, struktur teks anekdot yang terakhir ialah Koda. Koda merupakan bagian yang menutup cerita dalam teks tersebut.


F.  Kaidah Kebahasaan 


1.   Kata kias atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya.

Kata kias bisa berupa ungkapan dan peribahasa. Ungkapan adalah kelompok kata yang khusus digunakan untuk menyatakan sesuatu sedangkan peribahasa adalah kalimat yang memiliki makna kias.

Contoh:
Ø  daun muda (ungkapan)
artinya: gadis, belum menikah
Ø  Ada udang di balik batu. (peribahasa)
artinya: ada maksud tersembunyi

2.   Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim.

Kalimat sindiran adalah kata-kata sindiran yang disusun sedemian rupa yang bertujuan untuk menyinggung atau menegur lawan biacara. Penyampaian sindiran biasanya diucapkan dengan kalimat pujian yang baik dan halus, namun sebenarnya kata-kata yang diucapkan sangat berlawanan dengan kenyataan yang terjadi sehingga menimbulkan kesan ironi.

Contoh:
Ø  Peristiwa yang terjadi di Indonesia diandaikan jika terjadi di negeri orang. (sindiran dengan pengandaian)
Ø  Badannya semakin lama semakin kurus seperti es lilin. (perbandingan)
Ø  Orang pintar dikatakan bodoh dan orang bodoh dikatakan pintar. (antonim)

3.   Pertanyaan retoris

Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.

Contoh:
Apakah kamu mau meninggal hari ini?

4.   Kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan


5.   Konjungsi

Konjungsi adalah kata hubung. Kata hubung yang sering digunakan dalam teks anekdot adalah kata hubung waktu (konjungsi temporal).

Contoh:
setelah, lalu, kemudian dan sebab-akibat yaitu, maka, karena, oleh sebab itu.

6.   Kalimat pengandaian digunakan penulis untuk berandai-andai.



G. Contoh (1)


1.   Contoh Teks Anekdot


Anak Saya Kerja Bersama Negara!


Pada suatu hari, Seorang Presiden Negara I tertarik dengan dagangan kue dipinggir jalan. Lalu kemudian dia membelinya.

Semacam ada rasa ketertarikan yang besar pada penjual kue tersebut. Hal itu membuat Sang Presiden bertanya.

Presiden: “Sudah berapa lamakan ibu menjual kue unik ini?”

Penjual kue: “Alhamdulillah, pak, sekitar 30 tahun lebih saya berjualan kue ini.”

Presiden: “Sendirian?”

Penjual kue: “Iya, pak.”

Presiden: “Lho, anak ibu tidak ikut membantu?”

Penjual kue: “Tidak, pak, mereka sibuk semua. Saya punya anak 4; yang pertama bekerja di KPK, kedua di POLDA, ketiga di Kejaksaan Negeri, dan yang terakhir di DPR, pak.”

Sang Presiden menggelengkan kepala tidak percaya. Mungkin dia berpikir kok bisa anak-anaknya sukses tapi ibunya sendiri jualan kue di pinggir jalan.

Pengawal presiden dari belakang nyeletuk, “Hebat, meskipun hanya berjualan kue, ibu bisa menjadikan anak-anaknya sukses dan tetap rendah hati.”

Mendengar itu Sang Presiden melanjutkan pertanyaannya.

Presiden: “Hebat ibu! Kalau boleh saya tahu, apa jabatan anak ibu di KPK, POLDA, Kejaksaan Negeri, dan DPR?”

Penjual kue: “Ya … sama, pak, jualan kue.”

Sang Presiden kemudian tercengang mendengar jawaban penjual kue tadi. Sambil sedikit menahan tawa, presiden membeli kue dan melanjutkan perjalanannya.


2.   Analisis Struktur Teks Anekdot


Judul:
Anak Saya Kerja Bersama Negara!

Abstraksi:
Pada suatu hari, Seorang Presiden Negara I tertarik dengan dagangan kue dipinggir jalan. Lalu kemudian dia membelinya.

Orientasi:
Jawaban penjual kue, “Alhamdulillah, pak, sekitar 30 tahun lebih saya berjualan kue ini.”

Krisis:
Penjelasan penjual kue mengenai keempat anaknya, ““Tidak, pak, mereka sibuk semua. Saya punya anak 4; yang pertama bekerja di KPK, kedua di POLDA, ketiga di Kejaksaan Negeri, dan yang terakhir di DPR, pak.”

Reaksi:
Sang Presiden menggelengkan kepala tidak percaya. Mungkin dia berpikir kok bisa anak-anaknya sukses tapi ibunya sendiri jualan kue di pinggir jalan.

Koda:
Sang Presiden kemudian tercengang mendengar jawaban penjual kue tadi. Sambil sedikit menahan tawa, presiden membeli kue dan melanjutkan perjalanannya.


H. Contoh (2)


Baju Tahanan KPK


Abstraksi
Ada dua orang kader partai politik, panggil saja namanya Toni dan Jono. Mereka sama-sama ingin mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Orientasi
Setelah memberikan berkas persyaratan pencalonannya ke KPU di wilayahnya, Toni dan Jono pun berbincang-bincang disertai dengan secangkir kopi di kantin gedung itu. Dan sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang sangat seru.

Krisis
Toni      : Jon, di negara kita ini sebagian besar politisi sudah banyak yang kaya raya loh!
Jono      : Kalo tentang itu sih aku juga sudah tahu, Ton!
Toni      : Begitu kayanya mereka, mereka bahkan sanggup membeli baju yang paling mahal di Indonesia.
Jono      : Loh, maksud kamu apa itu baju paling mahal?
Toni      : Yaa itu loh Jon, masa gak tahu.
Jono      : Emang apaan Jon?
Toni      : Apalagi lah kalo bukan baju tahanan KPK.

Reaksi
Jono      : Loh, kok baju tahanan KPK sih Ton? Bingung aku.
Toni      : Ya iyalah, coba saja kamu pikir, seorang politisi sekurangnya-kurangnya perlu mencuri uang negara 1 milyar terlebih dulu, baru dapat mengenakan baju tersebut.
Jono      : Oh, maksud kamu gitu toh, baru sadar dong aku.

Koda
Mereka lalu memesan kopi lagi dan mengingat kembali teman-teman mereka yang sudah bisa memakai baju paling mahal tersebut.

I.    Sumber

https://ekspektasia.com/contoh-teks-anekdot/
https://satriabajahitam.com/contoh-teks-anekdot-singkat/
https://www.eduspensa.id/teks-anekdot/
https://www.pelajaran.co.id/2017/04/pengertian-teks-anekdot-ciri-tujuan-struktur-kaidah-bahasa-dan-contohnya.html
https://www.yuksinau.id/contoh-teks-anekdot/







Teks Eksposisi (Lengkap)


Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi yaitu sebuah paragraf atau karangan yang di dalamnya mengandung sejumlah informasi yang isi dari paragraph tersebut ditulis dengan tujuan untuk menjabarkan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.


Ciri-ciri Teks Eksposisi

  • Gaya informasinya persuasif atau mengajak
  • Penyampaian teksnya secara jelas, lugas dan menggunakan bahasa yang baku
  • Menjabarkan informasi-informasi pengetahuan
  • Bersifat tidak memihak yang artinya tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya
  • Teks Eksposisi bersifat netral dan objektif
  • Penjelasannya disertai data-data yang akurat dan terpercaya
  • Menyajikan sebuah fakta yang digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi

Struktur Teks Eksposisi

a. Tesis atau Pernyataan Pendapat

Tesis adalah suatu bagian yang mempunyai isi berupa sudut pandang dari penulis terhadap setiap masalah yang akan dibahas topiknya.

Sebuah tesis pasti berdasarkan dari suatu bentuk pernyataan yang nantinya akan diperkuat dengan sebuah argumen.

Bagian ini sangatlah penting untuk menyusun contoh teks eksposisi dan biasanya muncul di awal teks eksposisi walaupun ada kemungkinan kita bisa menjumpainya di bagian akhir.

b. Argumentasi

Argumentasi adalah suatu bentuk alasan atau bukti yang digunakan dalam mengokohkan atau memperkuat pendapat dalam sebuah tesis, walaupun pada prakteknya argumentasi dapat digunakan untuk menyanggah bahkan menolak sebuah pernyataan.

Argumentasi dapat berupa pernyataan umum atau berupa data dari hasil penelitian para ahli yang sumbernya dapat dipercaya.

c. Penegasan Ulang Pendapat

Bagian ini merupakan sebuah kesimpulan yang menegaskan kembali dari tesis yang dibicarakan di awal teks eksposisi dan penguat argumentasi yang ditunjang oleh fakta.


 

Jenis-jenis Teks Eksposisi

  • Teks Eksposisi Definisi. Teks Eksposisi definisi merupakan suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi atau pengertian suatu topik tertentu.
  • Teks Eksposisi Proses. Teks Eksposisi proses merupakan tahapan-tahapan atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
  • Teks Eksposisi Ilustrasi. Teks Eksposisi ilustrasi merupakan sebuah paragraf yang menyajikan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan cara memberikan gambaran atau penjelasan yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang mempunyai kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.
  • Teks Eksposisi Laporan. Teks Eksposisi laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah peristiwa atau penelitian tertentu.
  • Teks Eksposisi Perbandingan. Teks Eksposisi perbandingan merupakan paragraf eksposisi yang ide atau gagasan utamanya dipaparkan dengan cara membandingkan dengan yang lain.
  • Teks Eksposisi Pertentangan. Teks Eksposisi pertentangan merupakan sebuah paragraf atau karangan yang berisi mengenai hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.

 

Kaidah Teks Eksposisi

Unsur kebahasaan yaitu bagian-bagian yang menyusun teks eksposisi. Unsur kebahasaan yang ada pada teks eksposisi diantaranya adalah pronomina, konjungsi dan kata leksikal.

a. Pronomina

Pronomina yaitu kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat dikelompokkan menjadi dua bagian:

Jenis Pronomina

  • Pronomina Persona (kata ganti orang) yakni persona tunggal. Misalnya: Ia, Dia, Anda, Kamu, Aku, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-. Dan pesona jamak contohnya seperti: Kita, Kami, Kalian, Mereka, Hadirin, Para.
  • Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yakni pronomina penunjuk, misalnya adalah : Ini, Itu, Sini, Situ, Sana. Dan pronomina penanya, misalnya: Apa, Mana dan Siapa.


b. Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat kita jumpai dalam teks eksposisi:

Jenis Konjungsi

  1. Konjungsi waktu: sebelum, setelah itu, kemudian sesudah, setelah, lalu
  2. Konjungsi gabungan: dengan serta, dan,
  3. Konjungsi pembatasan: asal, selain kecuali
  4. Konjungsi tujuan: supaya, agar, untuk
  5. Konjungsi persyaratan: asalkan, bilamana, apabila jika, jikalau, apabila, bila
  6. Konjungsi perincian: adalah, yaitu, antara lain, yakni, ialah
  7. Konjungsi sebab-akibat: akibat, akibatnya, sehingga, karena, sebab
  8. Konjungsi pertentangan: namun, melainkan, sedangkan, akan tetapi, tetapi
  9. Konjungsi pilihan: atau
  10. Konjungsi penguatan/penegasan: hanya, lagi pula, itu pun, apalagi, bahkan
  11. Konjungsi penjelasan: bahwa
  12. Konjungsi perbandingan: serupa, ibarat, bagai, seperti,
  13. Konjungsi penyimpulan: jadi, dengan demikian oleh sebab itu, oleh karena itu


c. Kata leksikal

  • Nomina: kata yang mengacu pada benda, baik berupa benda nyata ataupun abstrak.
  • Verba: kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses atau keadaan yang bukan sifat.
  • Adjektiv: kata yang digunakani untuk menggambarkan sifat atau keadaan orang, benda dan binatang.
  • Adverbia: kata yang melengkapi atau memaparkan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain sebagainya.

 


Contoh Eksposisi 


Bias Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia


Tesis:

Di saat kondisi perekonomian global yang tengah krisis, torehan pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan hasil yang positif.

Jika dibandingkan, pada triwulan kedua tahun ini dengan periode yang sama tahun lalu, ekonomi Indonesia meningkat kurang lebih 6,4 persen.

Pertumbuhan ini tetap masih terpusat di Pulau Jawa dengan peningkatan sebesar 57,5%. Apabila di akumulasikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I tahun 2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I tahun 2011 yang tumbuh sekitar 6,3%.

Argumentasi:

Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai mengalami bias atau anomali. Hal ini dikatakan oleh Salamuddin Daeng, pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice. Ia berpendapat, pertumbuhan ekonomi ini tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya itu, Daeng juga memaparkan, sekurang-kurangnya ada empat faktor yang membuat ekonomi Indonesia mengalami bias.

Pertama, perekonomian Indonesia lebih banyak ditengarai oleh utang asing yang nilainya terus meningkat.

“Utang Indonesia mencapai Rp. 2.865 triliun. Utang asing pemerintah meningkat setiap tahunnya. Utang ini menjadi sumber penghasilan utama pemerintah dan menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi Indonesia,” ujar Daeng.

Kedua, peningkatan konsumsi masyarakat dinilai ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Konsumsi masyarakat yang meningkat bersumber dari harga sandang pangan yang mengalami kenaikan, serta disokong oleh pertumbuhan kredit terutama kredit konsumsi.

Ketiga, ekonomi Indonesia pertumbuhannya didorong oleh ekspor bahan mentah, contohnya hasil perkebunan, hutan, migas dan bahan tambang, sehingga kurang menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan.
Faktor terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh penanaman asing yang menjadikan sumber daya alam Indonesia makin dikuasai asing.

Di lain pihak, A Tony Prasetiantono, Pengamat Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor domestik.

Menurutnya, dampak krisis global melalui defisit neraca perdagangan dan penurunan ekspor baru akan terasa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Ia menilai kontribusi ekspor terhadap PDB tidak besar.

Selaras dengan itu, ekonom Mirza Adityaswara berpendapat bahwa sejumlah sektor ekonomi dalam negeri tumbuh karena didorong oleh suku bunga rendah. Hal ini tampak dari peningkatan kredit yang mencapai 26-28% sekaligus didukung oleh harga BBM yang rendah sebab masih disubsidi oleh pemerintah.

Lebih lanjut Mirza meyampaikan, sektor yang berorientasi dalam negeri mengalami pertumbuhan tinggi, misalnya otomotif, manufaktur, transportasi, komunikasi, dan perdagangan.

Dampaknya pertumbuhan sektor yang berorientasi dalam negeri memiliki kecenderungan defisit neraca perdagangan yang semakin besar.

Penegasan Ulang:

Menurut A Tony Prasetiantono, belanja pemerintah yang lebih cepat dan besar juga sangat membantu pertumbuhan. Seiring dengan hal itu, tingkat inflasi yang berada di bawah 5 % cukup membantu, walaupun hal tersebut ada dampaknya, yakni nilai subsidi energi yang terus membengkak yang sebetulnya tidak sehat.








UKB Bahasa Indonesia Kelas X - Materi Teks Laporan Hasil Observasi - KD 3.1/4.1



Pengamatan / Observasi (dari Wikipedia)

Berikut ini adalah kutipan dari Wikipedia (https://id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan) mengenai pengamatan atau observasi. Silakan dibaca dan dipahami.

Pengamatan

Pengamatan atau observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Ilmu pengetahuan biologi dan astronomi mempunyai dasar sejarah dalam pengamatan oleh amatir. Di dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara. 

Cara observasi yang paling efektif adalah melengkapinya dengan pedoman observasi/pedoman pengamatan seperti format atau blangko pengamatan. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Setelah itu, peneliti sebagai seorang pengamat tinggal memberikan tanda cek (Checkbox.svg) pada kolom yang dikehendaki pada format tersebut.
Orang yang melakukan pengamatan disebut pengamat.

Selanjutnya silakan baca di sini: https://id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan

 









Sumber


Contoh Teks Anekdot - Raditya Dika

Contoh teks anekdot raditya dika film, contoh teks anekdot raditya dika youtube, contoh teks anekdot raditya dika stand, contoh teks anekdot raditya dika movie, contoh teks anekdot raditya dika biodata, contoh teks anekdot raditya dika, contoh teks anekdot raditya oloan, contoh teks anekdot beserta strukturnya, contoh teks anekdot sindiran, contoh teks anekdot singkat, contoh teks anekdot politik, contoh teks anekdot panjang, contoh teks anekdot bahasa jawa, contoh teks anekdot berbentuk narasi, contoh teks eksplanasi, contoh teks eksposisi, contoh teks prosedur, contoh teks anekdot, contoh teks berita, contoh teks ulasan,






Perkenalan


Nama
Alamat
Asal SMP
Pekerjaan Ayah
Pekerjaan Ibu
Cara ke sekolah
Jumlah mobil di rmh
Cita-cita
Jurusan kuliah yg diinginkan
Kampus yg diinginkan
Hoby
Mapel favorit
Merk/tipe hp

Sumber


Informasi dan Jadwal Pendaftaran Jalur Mandiri Universitas Negeri / PTN (Perguruan Tinggi Negeri)

Informasi Jalur Mandiri PTN Klaster 1 Tahun Ajaran 2019-2020

UGM; ITB; IPB; UI; ITS; Undip; Unair; Unibraw; Unhas; UNY; 
Universitas Gadjah Mada; Institut Teknologi Bandung; Institut Pertanian Bogor; Universitas Indonesia; Institut Teknologi Sepuluh Nopember; Universitas Diponegoro; Universitas Airlangga; Universitas Brawijaya; Universitas Hasanuddin; Universitas Negeri Yogyakarta



Image result for daftar perguruan tinggi negeri



1. Utul UGM (um.ugm.ac.id)

Image result for ugm


Pendaftaran : 11 Juni - 1 Juli 2019
Cetak Kartu Ujian : 5 Juli 2019
Tes Tertulis : 14 Juli 2019
Pengumuman : 23 Juli 2019

Biaya :
Soshum / Saintek : Rp 300.000,-
IPC : Rp 325.000,-
Lokasi luar Yogyakarta dikenakan biaya verifikasi : Rp 225.000,-
Lokasi Ujian : Yogyakarta, Jakarta, Pekanbaru, Medan, Surabaya

2. SM-ITB (usm.itb.ac.id)

Image result for itb

Komponen penilaian:
Selain FSRD :
- Hasil UTBK
- ‎Nilai Rapor
FSRD :
- hasil UTBK
- ‎Nilai Rapor
- ‎Hasil Tes Keterampilan

Biaya :
Selain FSRD : Rp. 100.000,-
FSRD : rp 150.000,- (sudah termasuk biaya tes keterampilan)

Jadwal :
- Pendaftaran : 15 Juni - 12 Juli 2019
- ‎Tes Keterampilan FSRD : 13-14 juli 2019
- ‎Pengumuman : 18 Juli 2019

3. SIMAK UI (simak.ui.ac.id / penerimaan.ui.ac.id)
S1 Reguler, S1 Paralel, Vokasi


Image result for ui

- Pendaftaran : 10 Juni - 10 Juli 2019
- ‎Tes : 21 Juli 2019
- ‎Cetak Kartu Ujian : 24 Juni - 10 Juli 2019
- ‎Pengumuman : 31 Juli 2019

Biaya :
IPA/IPS : Rp. 400.000,-
IPC : Rp. 500.000,-
Setiap pilihan berikutnya dikenakan biaya tambahan Rp. 60.000,-

4. UTM IPB (utm.ipb.ac.id / admisi.ipb.ac.id)


Image result for ipb

Pendaftaran : 21 Mei - 10 Juli 2019
Tes : 13 Juli 2019 di Bogor
Pengumuman : 20 Juli 2019 pukul 16.00 WIB

Jalur :
- UTM IPB, biaya : Rp 500.000,-
- ‎Skor UTBK, biaya : Rp 300.000,-
Nb : pemilihan jalur mandiri IPB hanya bisa memilih 1 jalur.

5. UM Undip (um.undip.ac.id)


Image result for undip

Kelompok Prodi :
Saintek : 3 pilihan prodi
Soshum : 3 pilihan prodi

Pendaftaran:
- Pengambilan Billkey/PIN : 9 Mei - 5 Juli 2019
- ‎Tes Seleksi : 20 Juli 2019
- ‎Pengumuman : 29 Juli 2019

Lokasi Ujian :
- Semarang
- ‎Jepara
- ‎Yogyakarta
- ‎Jakarta
- ‎Bekasi
- ‎Tangerang
- ‎Cibubur
- ‎Bandung
- ‎Surabaya
- ‎Medan
- ‎Pekanbaru
- ‎Palembang
- ‎Banjarbaru
- ‎Batam
- ‎Bandar Lampung
- ‎Balikpapan
- ‎Denpasar
- ‎Makassar
- ‎Padang
- ‎Banda Aceh

Biaya :
- Lokasi Ujian Semarang : Rp 300.000,-
- ‎Luar Semarang : Rp 375.000,-

6. PKM-SMITS (smits.its.ac.id)



Image result for its

Jalur Program Mandiri : skor UTBK, nilai rapot, prestasi lain
Khusus prodi Desain Visual, Desain Interior FADP wajib mengunggah portofolio

Pendaftaran : 18 Juni - 12 Juli 2019
Pengumuman : 18 Juli 2019

Biaya : Rp 250.000,-

7. PPMB UNAIR (ppmb.unair.ac.id / pendaftaran.unair.ac.id)


Image result for unair

Pendaftaran : 13 - 24 Juni 2019
Tes Seleksi : 30 Juni 2019
Pengumuman : 10 Juli 2019

Biaya :
- Saintek / Soshum : Rp 300.000,-
- ‎IPC : Rp 500.000,-
Hanya bisa memilih 2 prodi

8. PMB UNHAS (unhas.ac.id)


Image result for unhas

Dapat memilih 2 prodi
- Pendaftaran : 12 - 19 Juli 2019
- ‎Tes Psikologi : 22 Juli 2019
- ‎Tes Wawancaran : 23 Juli 2019
- ‎Pengumuman : 28 Juli 2019

Biaya pendaftaran : Rp 1.000.000,-

9. SMUP-UNPAD (www.unpad.ac.id / smup.unpad.ac.id)

Image result for unpad

Seleksi Tahap I : UTBKM berbasis Android
Seleksi Tahap II :
- ‎Tes TOEFL dan model wawancara mini (MMI)
- ‎Tes Khusus Minessota Multiphasic Personality (MMPI) untuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi
- ‎Tes kemampuan renang untuk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Ketentuan Perangkat :
- Sistem operasi (OS) minimal sistem Android 6.0.1 " Marshmellow", RAM 2 GB, layar minimal 5 inci.
- ‎Membawa charger, powerbank, earphone / headset.

Biaya :
- Selain FK, FKG, FPIK : Rp 500.000,-
- ‎FK, FKG, FPIK : Rp 600.000,-
Lokasi Ujian : Kampus Unpad, Jl. Raya Bandung Sumedang Km. 21

Pembayaran biaya seleksi : 17 - 29 Juni 2019
Pendaftaran : 17 - 30 Juni 2019
Seleksi Tahap I : 6-7 Juli 2019
Pengumuman Tahap I : 11 Juli 2019
Seleksi Tahap II : 13 - 14 Juli 2019
Wawancara, MMPI, Tes Renang : 15 - 16 Juli 2019
Pengumuman akhir : 18 Juli 2019

10. PMB Unand (pmb.unand.ac.id)


Image result for unand

PMB Unand ikut bergabung dalam SMMPTN-BARAT 2019

11. SM-UNY (pmb.uny.ac.id)


Image result for uny

• SM-Prestasi Unggul (D4 dan S1)
--> Bidang nonakademik termasuk Hafidz Al-Qur'an
Biaya : Rp. 200.000,-
- Pendaftaran : 10 Juni - 11 Juli 2019
- ‎Pengumuman : 16 Juli 2019

• Skor UTBK
--> menggunakan Nilai UTBK, prodi olahraga dan seni wajib mengunggah portofolio.
Biaya : Rp. 200.000,-
- Pendaftaran : 17 Juni - 19 Juli 2019
- ‎Pengumuman : 24 Juli 2019

12. SMUB (selma.ub.ac.id / admisi.ub.ac.id)

Image result for ub

Biaya : Rp. 500.000,-
- Pendaftaran : 24 Juni - 10 Juli 2019
- Tes Seleksi : 15 Juli 2019
- Wawancara, Tes Kemampuan Bahasa, dan Ujian Keterampilan : 15 Juli 2019
- Pengumuman : 20 Juli 2019
Lokasi : Kampus UB

13. SM UPI (pmb.upi.edu)


Image result for upi

• Pengambilan Nomor Bayar : 17 Juni - 14 Juli 2019
• ‎Pendaftaran : 17 Juni - 15 Juli 2019

14. SM UM (home.seleksi.um.ac.id)

Image result for um

Jalur Prestasi Akademik dan Nonakademik
- Pendaftaran : 6 Mei - 20 Juni 2019
- ‎Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi : 26 Juni 2019
- ‎Ujian Keterampilan / Tes Khusus / Wawancara : 2 Juli 2019
- ‎Pengumuman : 10 Juli 2019

Jalur Nilai UTBK
- Pendaftaran : 24 Juni - 16 Juli 2019
- ‎Pengumuman : 27 Juli .


Informasi di atas diambil dari laman resmi setiap PTN, apabila ada kekurangan informasi bisa dicek di laman tersebut. Semoga bermanfaat. Silakan berbagi. Terimakasih.









Sumber


Informasi Populer

Informasi LN

Informasi DN

Informasi Ragam

Informasi Lengkap Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Gunakanlah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini untuk mengecek kosakata baku!
Buku Pelajaran Elektronik Online
Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdiknas

BSE MAHONI BSE MAHONI