Translate

Postingan Terbaru Basando
Memuat postingan...

🌱 Kotak Pelepasan Beban

Sebelum membaca tulisan di bawah ini, silakan Anda ungkapkan perasaan / keluhan Anda hari ini. Terkadang curhat dapat membantu melepaskan sedikit beban yang kita hadapi. Semoga beban Anda hari ini dapat berkurang. (Tulisan Anda tidak akan terbaca oleh siapapun! Hanya Anda yang bisa membacanya di sini!)

Rekomendasi Artikel

Memuat postingan acak...

Sitor Situmorang, Sastrawan Besar Indonesia Angkatan '45


https://basando.blogspot.com/



Berikut adalah profil dan biografi Sitor Situmorang, seorang sastrawan besar Indonesia yang dikenal sebagai bagian dari Angkatan '45:






Profil Singkat


Nama Lengkap: Raja Usu Sitor Situmorang

Tanggal Lahir: 2 Oktober 1924

Tempat Lahir: Harian Boho, Samosir, Sumatera Utara

Meninggal: 21 Desember 2014, Apeldoorn, Belanda

Profesi: Sastrawan, penyair, penulis, wartawan, dosen

Karya Terkenal: Surat Kertas Hijau, puisi-puisi reflektif, esai, dan naskah drama

Pengaruh Sastra: Angkatan '45, dengan gaya yang reflektif dan penuh simbolisme



.





Biografi


Sitor Situmorang lahir di lingkungan adat Batak dan sejak kecil telah menunjukkan minat terhadap sastra. Ia menempuh pendidikan di HIS Balige dan Sibolga, kemudian MULO di Tarutung, sebelum melanjutkan ke AMS di Batavia. Minatnya terhadap sastra semakin berkembang setelah membaca Max Havelaar karya Multatuli, yang membangkitkan kesadaran kebangsaannya2.

Pada masa Revolusi Kemerdekaan, Sitor aktif sebagai wartawan dan sempat dipenjara oleh Belanda di Yogyakarta. Ia kemudian berkelana ke Amsterdam dan Paris pada awal 1950-an, serta memperdalam ilmu sinematografi di Universitas California pada 1956-1957.

Sebagai sastrawan, Sitor dikenal dengan puisi-puisinya yang reflektif dan penuh simbolisme. Ia sering mengangkat tema kehidupan, kematian, dan identitas budaya Batak dalam karyanya. A. Teeuw menyebutnya sebagai penyair terkemuka setelah Chairil Anwar.

Selain berkarya di bidang sastra, Sitor juga aktif dalam dunia akademik dan politik. Ia pernah menjadi dosen di Universitas Leiden, Belanda, serta anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mewakili kalangan seniman.

Sitor Situmorang meninggal dunia pada 21 Desember 2014 di Belanda dan dimakamkan di kampung halamannya, Harian Boho, Samosir. Warisannya dalam dunia sastra Indonesia tetap dikenang sebagai salah satu penyair besar yang membawa kedalaman reflektif dalam puisi-puisinya.
.




Sumber:



Silakan Tinggalkan Pesan

Silakan ikuti blog ini terlebih dahulu jika ingin berkomentar!

Lebih baru Lebih lama

Pengikut

Basandochat

💬 Ruang Obrolan Basando
Belum mengisi nama
Memulai sistem pencarian jalur obrolan... ⏳
🟢 Online (1)

Rekomendasi Artikel

Menampilkan postingan...