Bu Guru Salsa, Bidan Rita, dan Willie Salim: Persahabatan di Atas Segalanya
(sebuah Cerpen tentang Persahabatan)
Oleh: Abank Juki alias Andriyansyah Marjuki
Di sebuah desa kecil bernama Sukamaju, hiduplah Salsa, seorang ibu guru muda yang penuh semangat mengajar di Sekolah Dasar. Walau fasilitas sekolahnya jauh dari memadai, Salsa tak pernah kehilangan senyumnya. Murid-muridnya memanggilnya "Bu Guru Salsa," seorang guru yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menjadi teman dan inspirasi mereka.
Salsa memiliki cita-cita besar: menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Setiap malam, ia tenggelam dalam tumpukan modul belajar, berusaha keras mempersiapkan diri untuk ujian PPPK yang akan datang. Namun, jalan yang ia tempuh tidak mudah. Sering kali, ia merasa lelah, tapi dalam hatinya ia selalu berkata, "Ini demi masa depan murid-muridku."
Sahabat baik Salsa, Rita, adalah seorang bidan yang telah lebih dulu lulus menjadi PPPK. Rita selalu mendukung Salsa, bahkan membantu menyemangatinya ketika semangatnya meredup. Mereka sering bertemu di warung kopi kecil di pinggir desa, berbagi cerita tentang kehidupan dan impian mereka.
Namun, ada satu rahasia yang akhirnya terkuak di antara mereka. Ternyata, baik Salsa maupun Rita diam-diam menyukai Willie Salim, seorang pengusaha kaya raya yang sering datang ke Sukamaju untuk berinvestasi. Willie bukan hanya tampan, tetapi juga dermawan. Ia sering menyumbangkan dana untuk membangun fasilitas umum di desa, termasuk memperbaiki sekolah tempat Salsa mengajar.
Pada awalnya, Salsa dan Rita saling merahasiakan perasaan mereka terhadap Willie. Tapi suatu hari, saat mereka sedang berbicara tentang Willie di warung kopi, akhirnya mereka tertawa dan berkata, "Ya ampun, ternyata kita suka orang yang sama!"
Namun, persahabatan mereka terlalu berharga untuk dihancurkan oleh urusan cinta. Setelah diskusi panjang yang diselingi gelak tawa dan sedikit rasa malu, mereka memutuskan untuk berhenti mengharapkan cinta dari Willie. Salsa berkata, "Lebih baik kita fokus pada masa depan kita, Rit. Lagipula, siapa tahu, jodoh kita sebenarnya bukan dia."
Rita mengangguk setuju, "Betul sekali, Sal. Persahabatan kita lebih penting daripada cinta yang belum pasti."
Sejak hari itu, mereka mulai menjalani hidup dengan lebih ringan. Salsa semakin giat belajar untuk ujian PPPK dan akhirnya lulus dengan gemilang. Sementara itu, Rita terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati sebagai bidan.
Suatu hari, mereka bertemu lagi di warung kopi yang sama, kali ini dengan senyum bahagia di wajah mereka. Salsa membawa kabar bahwa ia telah diterima menjadi PPPK, sementara Rita menceritakan tentang seorang dokter muda yang mulai mendekatinya.
Mereka pun tertawa bersama, merasa bahwa mereka telah membuat keputusan yang benar. Di atas semua itu, persahabatan mereka tetap abadi, sebuah hubungan yang tidak bisa digantikan oleh apa pun di dunia ini.
Dan siapa tahu, mungkin jodoh mereka ada di tempat yang sama, hanya menunggu waktu yang tepat untuk bertemu.
Tamat

Tidak ada komentar:
Harap beri komentar yang positif. Oke boss.....
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.