Selamat datang di Basando, situs yang didedikasikan untuk mereka yang ingin belajar Bahasa Indonesia dan ingin mengenal Indonesia. Kami menyajikan berbagai materi dan tips praktis untuk belajar Bahasa Indonesia, berita/informasi terbaru, ekonomi kreatif, kesehatan, teknologi, serta tips SEO. Mari bersama-sama melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia!
Setiap menjelang Idul Fitri, pasti kita sering melihat papan reklame,
sinetron, atau iklan di televisi yang menayangkan kata-kata ini. Pun
begitu saat halal bihalal, banyak orang khususnya muslim sibuk
mengucapkan “Minal ‘aidin wal faizin” lalu dirangkai dengan kalimat
“Mohon maaf lahir dan batin”.
Salahkah ucapan tersebut?
Bukan salah, tetapi KELIRU bila
menyangka arti kalimat 'minal aidin' artinya adalah meminta maaf. Mengapa?
Perlu diketahui bahwa kalimat minal ‘aidin wal faizin tadi merupakan penggalan dari sebuah do’a untuk seseorang ketika selesai menunaikan ibadah puasa, yaitu:
“Taqabbalallahu minna wa minkum wa ja’alanallahu MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN”.
Artinya:
“Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang Aku dan kalian telah lakukan. Dan SEMOGA KITA TERMASUK (ORANG-ORANG) YANG KEMBALI (KEPADA FITRAH) DAN (MENDAPAT) KEMENANGAN”.
Nah, coba perhatikan kalimat di atas yang dicetak tebal dan memakai
huruf kapital, tentunya BEDA MAKNA dengan ungkapan maaf lahir batin.
Ucapan untuk Memohon Maaf (dalam Bahasa Arab)
Namun bagaimana jika kita ingin mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin” dalam bahasa Arab yang benar? Salah satunya adalah:
“Asalukal afwan zahiran wa bathinan”
atau
"Kullu aam wa antum bikhair"
Artinya:
Semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik.
Jika belum terlalu fasih, gunakanlah penyampaian kata maaf dalam bahasa Indonesia saja karena hal itu tidaklah dilarang. Asalkan
itu tadi, jangan sampai terjadi lagi salah persepsi. Ingatlah, bahwa "minal ‘aidin wal faizin" BUKAN berarti mohon maaf lahir dan batin.
Ucapan Hari Raya Idul Fitri
Adapun mengenai ucapan saat Idul Fitri penjelasannya adalah sebagai berikut.
Para sahabat Rasulullah saw mencontohkan, saat mereka bertemu di hari raya baik Idul Fitri maupun Idul Adha, mereka mengucapkan:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
(taqobbalalloohu minna wa minkum)
Artinya:
Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya, “Apa hukum jabat tangan, saling berpelukan dan saling mengucapkan selamat setelah shalat ‘ied?”
Syaikh rahimahullah menjawab, “Perbuatan itu semua dibolehkan. Karena orang-orang tidaklah menjadikannya sebagai ibadah dan bentuk pendekatan diri pada Allah. Ini hanyalah dilakukan dalam rangka ‘adat (kebiasaan), memuliakan dan penghormatan. Selama itu hanyalah adat (kebiasaan) yang tidak ada dalil yang melarangnya, maka itu asalnya boleh. Sebagaimana para ulama katakan, ‘Hukum asal segala sesuatu adalah boleh. Sedangkan ibadah itu terlarang dilakukan kecuali jika sudah ada petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya."
Dari penjelasan di atas, berarti ucapan selamat hari raya itu bebas, bisa dengan ucapan “Selamat Hari Raya”, “Taqabbalallahu minna wa minkum” atau lainnya.
Ingatlah, bahwa ucapan taqabbalallahu minna wa minkum bukan sekadar ucapan selamat hari raya, tetapi ia adalah doa.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ
Artinya:
Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan dari kalian.
Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” pun jangan dikhususkan saat Idul Fitri, ketika Idul Adha dianjurkan ucapan semacam ini sebagaimana kita dapat melihat dalam penjelasan berbagai riwayat di atas.
Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Lalu bagaimana jawaban ucapan sekaligus doa ini? Ada tiga jawaban yang bisa kita pilih.
menjawab dengan doa yang sama.
menjawab dengan “taqabbal ya kariim.”
menjawab dengan “aamiin.”
Demikian tulisan ini saya sampaikan, semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Harap beri komentar yang positif. Oke boss.....
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.