BSE MAHONI BSE MAHONI
Informasi Lengkap Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Gunakanlah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini untuk mengecek kosakata baku!
Buku Pelajaran Elektronik Online
Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdiknas

Jumat, 30 November 2012

Cara Mengetahui Pengunjung Situs Anda






Silakan copas script code di bawah ini ke website atau blog Anda.



Baca Selengkapnya »

Rabu, 28 November 2012

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia Tun Hussein Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan.

Pada tanggal 16 Agustus 1972, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972, berlakulah sistem ejaan Latin bagi bahasa Melayu ("Rumi" dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) dan bahasa Indonesia. Di Malaysia, ejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).

Selanjutnya pada tanggal 12 Oktober 1972, Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas.
Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 27 Agustus 1975 Nomor 0196/U/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dan "Pedoman Umum Pembentukan Istilah".
Revisi 1987

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (1987)

Pada tahun 1987, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". Keputusan menteri ini menyempurnakan EYD edisi 1975.

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Revisi 2009

Pada tahun 2009, Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dengan dikeluarkannya peraturan menteri ini, maka EYD edisi 1987 diganti dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Perbedaan dengan ejaan sebelumnya

  • 'tj' menjadi 'c' : tjutji → cuci
  • 'dj' menjadi 'j' : djarak → jarak
  • 'j' menjadi 'y' : sajang → sayang
  • 'nj' menjadi 'ny' : njamuk → nyamuk
  • 'sj' menjadi 'sy' : sjarat → syarat
  • 'ch' menjadi 'kh' : achir → akhir
  • awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya.
  • Kata depan 'di' pada contoh "di rumah", "di sawah", penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara 'di-' pada dibeli, dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Sebelumnya "oe" sudah menjadi "u" saat Ejaan Van Ophuijsen diganti dengan Ejaan Republik. Jadi sebelum EYD, "oe" sudah tidak digunakan.

Untuk penjelasan lanjutan tentang penulisan tanda baca, dapat dilihat pada Penulisan tanda baca sesuai EYD.



Baca Selengkapnya »

Ejaan Republik (Edjaan Republik) atau Edjaan Soewandi

Ejaan Republik (edjaan republik) adalah ketentuan ejaan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947. Ejaan ini kemudian juga disebut dengan nama edjaan Soewandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu.

Ejaan ini mengganti ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901.

Perbedaan-perbedaan antara ejaan ini dengan ejaan Van Ophuijsen ialah:
  • huruf 'oe' menjadi 'u', seperti pada goeroe → guru.
  • bunyi hamzah dan bunyi sentak yang sebelumnya dinyatakan dengan (') ditulis dengan 'k', seperti pada kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.
  • kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti ubur2, ber-main2, ke-barat2-an.
  • awalan 'di-' dan kata depan 'di' kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata depan 'di' pada contoh dirumah, disawah, tidak dibedakan dengan imbuhan 'di-' pada dibeli, dimakan.

Ejaan Soewandi ini berlaku sampai tahun 1972 lalu digantikan oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pada masa menteri Mashuri Saleh. Pada masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pada 23 Mei 1972 Mashuri mengesahkan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dalam bahasa Indonesia yang menggantikan Ejaan Soewandi. Sebagai menteri, Mashuri menandai pergantian ejaan itu dengan mencopot nama jalan yang melintas di depan kantor departemennya saat itu, dari Djl. Tjilatjap menjadi Jl. Cilacap.




Baca Selengkapnya »

Ejaan Van Ophuijsen

Ejaan Van Ophuijsen adalah jenis ejaan yang pernah digunakan untuk bahasa Indonesia.

Ejaan ini digunakan untuk menuliskan kata-kata Melayu menurut model yang dimengerti oleh orang Belanda, yaitu menggunakan huruf Latin dan bunyi yang mirip dengan tuturan Belanda, antara lain:
  • huruf 'j' untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang.
  • huruf 'oe' untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer.
  • tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma'moer, ‘akal, ta’, pa’, dinamaï.

Huruf hidup yang diberi titik dua diatasnya seperti ä, ë, ï dan ö, menandai bahwa huruf tersebut dibaca sebagai satu suku kata, bukan diftong, sama seperti ejaan Bahasa Belanda sampai saat ini.

Kebanyakan catatan tertulis bahasa Melayu pada masa itu menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai tulisan Jawi.

Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. Taib Sultan Ibrahim. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia.

Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi, Sumatera Barat, kemudian menjadi profesor bahasa Melayu di Universitas Leiden, Belanda. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe, van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T.W. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia.

Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan Republik pada 17 Maret 1947.




Baca Selengkapnya »

Bahasa Melayu Kuno

Bahasa Melayu Kuno merupakan anggota rumpun bahasa Austronesia dan dianggap sebagai salah satu bentuk awal (proto) bagi bahasa Melayu. Bahasa Melayu Kuno (MK) berdasarkan catatan-catatan tertulis pernah dipakai pada sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13, yaitu pada zaman berkuasanya Wangsa Sailendra di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya. Keberadaan bahasa ini diketahui dari prasasti dan keping logam (ada yang berupa emas dan ada pula tembaga) yang ditemukan di seputaran Nusantara bagian barat, seperti di Pulau Sumatera dan sekitarnya, Pulau Jawa, dan Pulau Luzon, Filipina.

Kosakata bahasa ini banyak dipengaruhi oleh bahasa Sanskerta, yang menunjukkan bahwa pengaruh budaya India banyak terserap dalam kehidupan sehari-hari masa itu. Bahasa Sanskerta hingga sekarang menyumbang kepada pengayaan kosakata Bahasa Melayu. Aksara yang digunakan dalam sumber-sumber MK bermacam-macam, mulai dari aksara Pallawa, aksara Kawi atau aksara Pasca-Pallawa.

Sumber-sumber bahasa Melayu kuno ditemukan pada prasasti-prasasti berikut:
  • Prasasti Kedukan Bukit, Palembang (605 Saka / 683 M, (berbahasa Melayu Kuna, dan beraksara Pallawa) 
  • Prasasti Talang Tuwo, dekat Palembang (606 Saka / 684 M, huruf Pallawa, ditemukan oleh Residen Louis Constant Westenenk tanggal 17 November 1920 di sebuah kawasan bernama Talang Tuwo, di sisi barat laut Bukit Seguntang)
  • Prasasti Kota Kapur, Pulau Bangka (608 Saka / 686 M, beraksara Pallawa)
  • Prasasti Karang Brahi, Kabupaten Merangin, Jambi (614 Saka / 692 M, beraksara Pallawa)
  • Prasasti Telaga Batu, Palembang, Sumatera Selatan, abad ke-7
  • Prasasti Palas Pasemah, Palas, Lampung, abad ke-7
  • Prasasti Hujung Langit, Hujung Langit, Lampung
  • Prasasti Mañjuçrighra, Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, 2 November 792M
  • Prasasti Sojomerto, Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Batang, Jawa Tengah
  • Prasasti Kayumwungan, Karangtengah, Temanggung, Jawa Tengah, 824 (dwibahasa, Melayu Kuna dan Jawa Kuna)
  • Prasasti Gandasuli I dan II, Candi Gondosuli, Desa Gondosuli, Kecamatan Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, 832
  • Keping Tembaga Laguna, Manila, Filipina, 900
  • Prasasti Bukateja, Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah
  • Prasasti Dewa Drabya, Dieng, Jawa Tengah
  • Prasasti Padang Roco di (Kabupaten Dharmasraya sekarang) (dwibahasa, Melayu Kuno dan Jawa Kuno)
  • Prasasti Suruaso, di Suruaso, Kabupaten Tanah Datar (berbahasa Sanskerta, dan beraksara Melayu)
  • Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah di Kerinci (berbahasa Melayu Kuna, dan beraksara Melayu)

Karakteristik

Dari berbagai sumber naskah dan prasasti tampak sekali pengaruh dari bahasa Sanskerta melalui banyak kata-kata yang dipinjam dari bahasa itu serta bunyi-bunyi konsonan aspiratif seperti bh, ch, th, ph, dh, kh, h (Contoh: sukhatchitta). Namun demikian struktur kalimat jelas bersifat Melayu atau Austronesia, seperti adanya imbuhan (suffix). Imbuhan-imbuhan ini dapat dilacak hubungannya dengan bentuk imbuhan bahasa Melayu Klasik atau bahasa Indonesia, seperti awalan mar- (> ber- dalam bahasa Melayu Klasik), ni- (> di-), nipar- (> diper-), maN- (> meN-), ka- (> ter-), dan maka- (> ter-).

Pronomina pribadi, seperti juga bahasa Indonesia, juga terdiri dari pronomina independen dan ekliktik (genitif)[8]: 1s = aku, -ku/-nku, 2p = kamu, mamu, 3s = iya, nya, 3p (hormat) = sida, -da,-nda, 2p (divinum) = kita, -ta/-nta.

Dua dialek telah diduga oleh Aichelle di tahun 1942 dan A. Teeuw sejak 1959: Dialek prasasti Sumatera: ni-/var- dan dialek luar Sumatera di-/bar-.



Baca Selengkapnya »

Bahasa Indonesia adalah Bahasa Resmi Republik Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, bahasa Indonesia berstatus sebagai bahasa kerja.

Dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau (wilayah Kepulauan Riau sekarang) dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. 

Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. 

Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.




Baca Selengkapnya »

Charles Adriaan van Ophuijsen

Charles Adriaan van Ophuijsen (Solok, Sumatera Barat, 1856 - Leiden, 19 Februari 1917) adalah seorang Belanda yang gemar mempelajari bahasa berbagai suku di Hindia Belanda. Ia bersama Engku Nawawi gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Sutan Ibrahim menyusun ejaan baru untuk mengganti ejaan bahasa Melayu pada 1896.

Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Charles pada tahun 1879 menerbitkan buku berjudul Kijkjes in Het Huiselijk Leven Volkdicht (Pengamatan Selintas Kehidupan Kekeluargaan Suku Batak) dan Maleische Spraakkunst (Tata Bahasa Melayu).

Pemerintah kolonial kemudian mengangkatnya menjadi guru besar ilmu bahasa dan kesusasteraan Melayu di Universitas Leiden pada 1904. Charles Adriaan van Ophuijsen meninggal dunia pada 1917.




Baca Selengkapnya »

K.P.H. Hubert Emmanuel Harimurti Kridalaksana Martanegara

K.P.H. Hubert Emmanuel Harimurti Kridalaksana Martanegara (lahir di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, 23 Desember 1939; umur 72 tahun) adalah seorang pakar sastra Indonesia.

Harimurti memperoleh gelar sarjana sastra dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1963, kemudian melanjutkan studinya dalam bidang didaktik bahasa di Universitas Pittsburgh, di Pennsylvania, Amerika Serikat pada 1970. Pada 1971 ia menjadi Fulbright Scholar di universitas tersebut. Pada 1973 ia mengikuti program musim panas dan menjadi sarjana tamu di Universitas Michigan, AS.

Pada 1985 ia menjadi sarjana Humboldt dengan tugas meneliti dan mengajar pada Universitas Johann Wolfgang Goethe di Frankfurt am Main, Jerman . Pada 1987 ia meraih gelar Doktornya dalam ilmu Sastra di Universitas Indonesia. Pada tahun 2004 ia diangkat menjadi pangeran sentana di Pura Pakualaman Yogyakarta', sehingga ia sekarang bergelar dan bernama Kangjeng Pangeran Harya (KPH) Martanegara.

Harimurti mulai aktif dalam dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan pada tahun 1961 ketika ia menjadi guru dalam bidang civics dan penerjemah berbagai tulisan dalam ilmu politik dan ilmu sosial selama beberapa tahun. Pada tahun itu pula ia mulai mengajar di Universitas Indonesia. Pada 1963 ia mengajar Sejarah Linguistik dan Perbandingan Sejarah Linguistik Austronesia.

Setahun kemudian ia mengajar di Universitas Katolik Atma Jaya dan di pelbagai perguruan tinggi di Jakarta dan Yogyakarta, termasuk di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Universitas Gadjah Mada. Ia juga pernah mengajar di Frankfurt, Napoli, Kuala Lumpur, dan Bangkok. Sampai kini ia masih aktif sebagai Profesor dalam bidang Teori Linguistik dan Bahasa Indonesia.

Ia pernah dua kali menjabat sebagai Ketua Jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan selama dua periode menjadi Koordinator Bidang Ilmu Budaya Program Pascasarjana. Ia juga mengajar di Universitas Trisakti di Jakarta. Selain itu, sampai sekarang ia menjadi penguji luar Universitas Annamalai di India, Universitas Malaya, Universitas Putra Malaysia, dan Universitas Brunei Darussalam.

Selain itu, Harimurti juga pernah menjadi konsultan bahasa Melayu pada Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia, dan konsultan perkamusan dan peristilahan pada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Ia menjadi editor Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua dan "Kamus Mandarin-Indonesia".

Harimurti pernah menjadi peneliti pada Proyek Penelitian Internasional tentang Proses Perencanaan Bahasa di Universitas Stanford, California, AS dan Universitas Indonesia (1970-1971).

Selain penelitian sosiolinguistik, Harimurti juga pernah mengadakan penelitian mengenai bahasa Melayu Riau di Pulau Bintan dan Pulau Lingga, lalu melanjutkan penelitiannya mengenai bahasa Orang Laut di Kepulauan Riau dan mengenai bahasa Orang Sakai di Riau Daratan dari tahun 1969 sampai dengan 1972. Penelitian ini disponsori oleh Lembaga Research Kebudayaan Nasional LIPI. Kemudian, pada tahun 1974 ia melakukan survei politik bahasa di Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Jabatan

  • Direktur Pusat Leksikologi dan Leksikografi Fakultas Sastra UI (2004- sekarang)
  • Rektor Universitas Katolik Atma Jaya (1999 - 2003)
  • Koordinator Ilmu Budaya Program Pascasarjana Universitas Indonesia (1996-2004)
  • Ketua Yayasan Atma Jaya Jakarta (1989-1999)

Keanggotaan profesi

  • Ketua Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (2 periode)
  • Ketua Masyarakat Linguistik Indonesia (2 periode)
  • Anggota Linguistic Society of America
  • Anggota Societas Linguistica Europaea
  • Anggota Royal Asiatic Society
  • Anggota International Association of Cognitive Linguistics
  • Anggota Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde
  • Anggota Himpunan Pembina Bahasa Indonesia
  • Anggota Masyarakat Linguistik Indonesia
  • Anggota Perkumpulan Linguistik Malaysia
  • Anggota International Committee on Indonesian Etymology

Buku-buku dan karya tulis lainnya

  • Struktur, Kategori, dan Fungsi dalam Teori Sintaksis.
  • "Towards a standardization of phonologic and morphologic borrowed elements in Indonesian" dalam International Conference of Orientalists, Kuala Lumpur (1967).
  • Tutursapa dalam penggunaan bahasa Indonesia dewasa ini: sebuah studi sosio-lingguistik (1968).
  • Beberapa persoalan jang dihadapi bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan; laporan ringkas (1968).
  • "Second participant in Indonesian address" dalam International Congress of Orientalist, Canberra (Australia) 1971.
  • Fungsi bahasa dan sikap bahasa: kumpulan karangan (1974).
  • Kamus sinonim bahasa Indonesia (1974).
  • Leksikon Malaysia (1974).
  • Istilah linguistik Indonesia-Inggris (1977).
  • Beberapa masalah linguistik Indonesia (1978).
  • Seminar Evaluasi Pengajaran Linguistik Indonesia di Perguruan Tinggi, Jakarta, 6-10 Februari 1978 (1978).
  • "Lexicography in Indonesia" dalam International Congress of Linguists, Wina, Austria (1979).
  • Daftar istilah linguistik: asing-Indonesia (1979).
  • Struktur bahasa Jawa Kuna (bersama L. Mardiwarsito) (1979).
  • Kamus linguistik (1982).
  • Pelangi bahasa : kumpulan esai yang dipersembahkan kepada Prof. J.W.M. Verhaar, S.J. (disunting bersama Anton M. Moeliono (1982).
  • Rintisan dalam linguistik Indonesia kumpulan karangan (1984).
  • Tatabahasa deskriptif bahasa Indonesia: sintaksis (1985).
  • Kelas kata dalam bahasa Indonesia (1986).
  • Beberapa prinsip perpaduan leksem dalam bahasa Indonesia (1987).
  • Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia (1989).
  • Masa lampau bahasa Indonesia : sebuah bunga rampai (1991).
  • Kamus Linguistik -edisi ketiga- ( (1993 ).
  • Introduction to word formation and word classes in Indonesian (1998).
  • Wiwara: Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa.
  • "The Sanskrit legacy in Indonesia today", disampaikan dalam 11th World Conference of Sanskrit di Turino Italia pada 3 April 2000.
  • "Paradigma semiotik dalam linguistik Melayu/Indonesia" disampaikan di Universitas Putra Malaysia pada 22 Oktober 2001.
  • Struktur, Kategori, dan Fungsi dalam Teori Sintaksis (2002).
  • "From low Malay to standard Malay in the Indonesian Newspapers" disampaikan di ISMIL 7, Nijmegen, Belanda 27 Juni 2003.
  • Mongin Ferdinand de Saussure, Peletak Dasar Strukturalisme dan LInguistik Modern. Jakarta: Penerbit Obor. (2006).
  • "Kosakata Ragam Bahasa Indonesia Tak Baku", dalam KATA edisi 9 No. 1, April 2006.
  • "Menjadi Anak Diglosik", Makalah seminar Internasional "Perkembangan Bahasa Anak di Universitas Negeri Yogyakarta, 18 Mei 2006.



Baca Selengkapnya »

Dr. Gorys Keraf (Ahli Bahasa)

Dr. Gorys Keraf (lahir di Desa Lamalera, Lembata, Nusa Tenggara Timur, 17 November 1936 – meninggal di Jakarta, 30 Agustus 1997 pada umur 60 tahun) adalah seorang ahli bahasa ternama Indonesia dan salah seorang dosen Universitas Indonesia.

Biografi

  • Menamatkan SMP di Seminari Hokeng (1954)
  • SMA Syuradikara di Ende (1958)
  • Tamat Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia, Kejuruan Linguistik (1964),
  • Meraih Doktor dalam bidang linguistik dari Universitas Indonesia (1978) dengan disertasi Morfologi Dialek Lamalera.
  • Pernah mengajar di SMA Syuradikara, SMA (1962-1965), SMA Santa Ursula dan SMA Santa Theresia (1964), Unika Atmajaya (1967-), Perguran Tinggi Kepolisian, dan Jakarta Academy of Languages Jakarta (1971-).
  • Dia menjadi pengajar tetap di Fakultas Sastra UI (sejak 1963), di samping menjadi koordinator Mata Kuliah Bahasa Indonesia dan Retorika di Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP ) Universitas Indonesia.

Karya tulis

  • Komposisi (1971)
  • Tatabahasa Indonesia (1991)
  • Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia Untuk Umum (1992)
  • Diksi dan Gaya Bahasa
  • Eksposisi dan Deskripsi
  • Argumentasi dan Narasi
Baca Selengkapnya »

Selasa, 27 November 2012

Some Useful Internet Tools and Software

Here is some useful tools, may be useful for you. This is only my study and wanna share with you.

IP Information
Information of your IP, browser and operating system.

HLR Lookup
Search for phone number home location.

WHOIS Domain Lookup
Get detail information of domain name.

Domain/IP Geolocation
Get server location of domain name or IP address.

User Agent Analyzer
Get human readable information of user agent string.

Cek Tagihan PLN
Informasi tagihan rekening PLN.

Exchange Rate/Kurs
Informasi kurs Rupiah terhadap mata uang asing.
Baca Selengkapnya »

Online Anti Virus Scanner (Malware, Trojans, Backdoor, etc.)

Free Online Virus Scan - Bitdefender Online Virus Scanner

www.bitdefender.com/scanner/online/free.html - Terjemahkan laman ini
Bitdefender Online Scanner is a free virus scanner powered by the award-winning Bitdefender scanning engines. Scan your PC for the latest viruses!

Free Online Virus Scanner | ESET

www.eset.com/us/online-scanner/ - Terjemahkan laman ini
Scan your PC to detect and remove malware, viruses, and spyware in one click. Free download with no registration required.

Free Online Virus Scan - Antivirus Software - Trend Micro USA

housecall.trendmicro.com/ - Amerika Serikat - Terjemahkan laman ini
HouseCall is a free virus scanner offered by Trend Micro, which checks whether a computer has been infected by viruses, spyware, or other malware. HouseCall ...

Free Virus Scan

www.kaspersky.com › Downloads - Terjemahkan laman ini
Kaspersky Rescue Disk is designed to scan, disinfect and restore infected ... and phishing websites; Delivers greater security for online shopping and banking ...

Free Virus Scan - Free Antivirus Software | Norton Security Scan

security.symantec.com/ - Terjemahkan laman ini
Test your computer's exposure to online security threats with free virus scan. Learn how free antivirus solution can make your computer more secure.

avast! Online Scanner

onlinescan.avast.com/ - Terjemahkan laman ini
Online virus scanner gives the possibility to check your files quickly and free of charge. Each time you may check only one file with size not exceeding 16MB.

Panda Activescan | Free Online Antivirus | Free Virus Disinfection ...

www.pandasecurity.com › ... › Solutions - Terjemahkan laman ini
Online detection of all types of malware, vulnerabilities and unknown threats. Easy to use from your browser ... sure that your PC is not infected. Scan your PC ...

FREE ANTIVIRUS online: ActiveScan 2.0 - PANDA SECURITY

www.pandasecurity.com/activescan/ - Terjemahkan laman ini
The scan can take several hours. Other scans. Summary of your last scan: (you have still not run a scan). If you are already a client, click here. Share/Bookmark ...

How To - Remove threats - Removal Tools | F-Secure

www.f-secure.com/en/web/labs.../removal-too... - Terjemahkan laman ini
5 Sep 2012 – For more information, please view the EasyClean FAQ. For a comprehensive scan of your computer, see our Online Scanner.

Free online Trojan Scanner - Scan your system for Trojans

www.windowsecurity.com/trojanscan/ - Terjemahkan laman ini
Scan your system for trojans using this free online trojan scanner. Anti trojan software will allow you to scan and stop trojans from entering your network. A trojan ...
Penelusuran yang terkait dengan online scan
online scan eset
online scan port
online scan avg
online scan driver
online scan ip
online scan bitdefender
online scan kaspersky
online scan malware
Baca Selengkapnya »

Senin, 26 November 2012

Sejarah Singkat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).


Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.  Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.


Tidak mudah bagi PGHB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda. Sejalan dengan keadaan itu maka di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan  atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.


Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh,  mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak  Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan  kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka”.


Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia. 


Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.


Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah --guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 --seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia--  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.


Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tengah bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :

1.      Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.

2.      Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.

3.      Membela hak dan nasib buruh umumnya,  guru pada khususnya. 


Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).


Jiwa pengabdian, tekad perjuangan, dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk  dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan  Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, dan independen.


Untuk itulah , sebagai penghormatan  kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun.


Semoga PGRI, guru dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Jakarta, 25 November 2004

Pengurus Besar

Persatuan Guru Republik Indonesia

(PB PGRI)

*_ Disadur  dari  buku  “PERJALANAN PGRI (1945 – 2003)”  Menyongsong Kongres XIX  PGRI  di  Semarang,  8 –

    12 Juli 2003,  diterbitkan  oleh  Pengurus Besar PGRI bekerja sama dengan Direktorat Tenaga Kependidikan Ditjen  

    Dikdasmen, Departemen Pendidikan Nasional RI, 2003.

 _ Disiapkan untuk dibacakan pada upacara Hari Ulang Tahun PGRI/Hari Guru Nasional, tanggal 25 November.



Baca Selengkapnya »

Minggu, 25 November 2012

The "Ultima" Tower, Two-mile High Sky City

Any Densely Populated Urban Environment

 
Project Owner: None
Location: Any densely populated urban environment
Date: 1991
Cost: $150,000,000,000.00
Population: 1,000,000 people
Exterior surface area of building: 150,000,000 square feet
Enclosed volume: 53,000,000,000 cubic feet
Square footage: 1,500,000,000
Total enclosed acreage: 39,000 acres
Elevator speed: 20 feet per second (13 miles per hour) 9 minutes and 40 seconds to reach the top floor from the ground floor.
Dimensions: Height--10,560 feet; Diameter at the base--6000 feet; Number of stories--500;
Total Square Feet: Approximately 5,000,000 square feet 






Why build a two-mile high, one mile wide building? 

To prevent the uncontrolled blight of the natural landscape by rapacious developers and industry. At current rates the surface of the planet will be nearly totally covered with residential, commercial and apartment dwellings within the coming century. Large structures such as these bring nature upward to preserve the natural surroundings and to add natural surroundings in a controlled environment. 

This two-mile high, trumpet bell-shaped, tension structure is the most stable and aerodynamic shape ever conceived for a tall structure. Its upper level wall thicknesses are the same as the lower level wall thicknesses unlike other structural systems that are extremely tall. It is like a suspension cable bridge stood on end. There are 120 levels to the structure with great heights at each level. 

The scale of this stucture is such that the entire central district of Beijing could fit into its base. One must not think in terms of floors but, instead, imagine entire landscaped neighborhood districts with "skies" that are 30 to 50 meters high. Lakes, streams, rivers, hills and ravines comprise the soil landscape on which residential, office, commercial, retail and entertainment buildings can be built.

The Concept

The concept can be thought of as what would happen if nature grew upwards with multi-soil levels. Of course the structure itself acts like a living organism with its wind and atmospheric energy conversion systems, photovoltaic exterior sheathing, and opening/closing cowl-vent windows that allow natural air into the interior without mechanical intervention. The exterior walls are made of structural glass that conforms to the cris-crossing, double helix, cable strand tension system that disperses all exterior forces along the surface. 

If wind or earthquake shock waves pushes or disturbs one portion of the structure the other portion absorbs and dissipates the forces. Ecological efficiency is a rule and all areas of the structure feature resource conserving technolgy such as recycled building materials, compost toilets, nature-based water cleansing systems for all buildings, plentiful amounts of forrest, plant life and water-based ecosystems.

In essence, Ultima Tower/Sky City is more an ecosystems design than an architectural habitation design. The structure provides a basis for architectural development upon which architectural diversity can flourish. Sunlight is brought into the center of the structure by means of a hollow, mirrored core that reflects sunlight and disperses it within the structure. This allows for both interior and exterior sunlight to exist in plentiful amounts. 

The Large Lake

The tower sits in a natural setting in a large lake. The lake water is drawn up throughout the structure and used for cooling floors and walls. A portion of this water is heated by large passive solar panels and left to fall by gravity to be used at the various levels. No internal combustion engines or toxic pollutants exist within the confines of the structure. Everything is hydrogen gas, electrical or water powered and all heating cooling is regulated by plants and trees.

Construction Materials: High-strength steel, high-strength concrete, stainless steel, anodized aluminum, acrylic, patina copper, stainless steel cable, self-shading glass, composite ceramics, tempered glass.

Special Features: Atmospheric Thermal Energy Conversion power supplies, built-in windmills, photovoltaic solar cells, hydrogen gas power supplies, self-regulating/self-shading glass, twelve storey-vertical high-speed train system, non-mechanical heating/ventilation and air conditioning system, ground level waterfalls for air cooling and humidity control, aerodynamic cowl window systems, open garden areas on each floor.

Ecological Requirements: To preserve the natural beauty of nature by condensing the areas of living, working environments, commerce and industry into an upwardly directed architectural structure. Multi-storied gardens are to be infused with architectural components. The presence of natural sunlight, fresh air, breeze and panoramic views are to be of primary importance. Ease and quickness of transportation vertically and laterally is crucial. The building must be fireproof, waterproof, able to resist great wind velocities and be extremely earthquake resistant. Wherever possible reduce energy use. Avoid utility costs and the use of mechanical heating and air conditioning.

General Description of Project: While engaged in a contracted study of the San Francisco Bay, its population growth, infrastructure, park areas, transportation corridors, etc., We saw at once the need for preserving what little natural park-like areas there were in such a densely composed area like the San Francisco Bay. Transportation was daily growing further and further beyond its capacity. The expansion of urban neighborhoods in and around cities was blighting the earth with more monotony and ugliness. The earth was being eaten up by the continuous disseminating reach of developers. The outward swelling of developing neighborhoods, industrial "parks", of refineries, factories and commercial "strips" all contributed to an offensive countenance of the area.

Natural Environment

This increasing dilation of people and property is devastating to the well-being of our environment and we are supplanting the health of our natural environment for the superficial mediocrity of our built environment. The continuation of this process will inevitably lead to a kind of psychological and spiritual suffocation by destroying the living environment at an alarming rate.

Seeing that urban sprawl shall surely destroy every semblance of our living environment a viable alternative is to go up. That is, to build in such a way as to minimize the "footprint" of our human-made environments and maximize the sense of openness and close proximity to our natural surroundings. Given the technology and know-how we now have in the construction of large,tall structures a building two miles high is not beyond our means.

The Trumpet Bell Shape

Modeled after the highest structure created by a creature other than human, the termite's nest structures of Africa, is a most efficient form for its compressive characteristics allow the thickness of the upper supporting walls to be uniform in thickness down through the bottom of the building. No other shape can dispel loads from top to bottom, is effectively aerodynamic and retains such stability in a tall building. 

The size of its base would completely enclose the entire financial district of San Francisco, approximately 7000 feet across, and contains four of the world's largest waterfalls surrounded by garden terraces. Gardens are situated at all exterior and interior openings. The whole tower could be thought of as an upward extension of the earth with layers of vegetation growing, level by level. All residences have a minimum of 100 feet by 100 feet of property where 50% of the property is covered by natural vegetation.

Large bodies of water are placed at twelve separate levels and serve multiple functions; as fire barriers and fire sprinkler system reservoirs, as recycled water catch basins, as recreational lakes, rivers, waterfalls and streams. Whenever possible whole ecosystems are supported within the building. The building is thought of as a living organism in itself capable of sustaining multitudinal life at many scales. 

Human beings are an indivisible of this larger life system and are nourished by the presence of other life forms. In this way the best attributes and experiences of nature are brought together to mutually benefit one another physiologically, emotionally and spiritually--a home and work environment unlike any other that has existed in the world.

The building is set in the middle of a lake where the lake acts as a reservoir for fresh water to cool the building. The periphery of the building contains 144 elevators with a vertically stacked train system that stops at 30 floors simultaneously. Vertical propulsion is through compressed air. A new concept in electrical power, Atmospheric Energy Conversion, will be tried. This system utilizes the differences in atmospheric pressure, from the base of the building to it's top, and converts this differential to electrical power. 

Cooling 

Cooling is based on the African termite nest model where the bottom spaces are cooled with water, in this case waterfalls, the cool air rises and is warmed by bodily activity in the upper floors and exits through different levels of the building. Simultaneously all floors have specially designed windows with aerodynamic wind cowls, so that windows can be opened without having to resist tremendous wind forces. These cowls direct air throughout the interior spaces and act as natural air-conditioners.

A series of reflecting mirrors bring direct sunlight into the interior of the building, so that yards and garden areas are exposed to the sun without the danger of high wind velocities. Tsui Design and Research, Inc., is working on a system of water movement from the base to the top of the building, which is based upon the principle of transpiration and cohesion(as found in tall trees) by producing water pressure at the lower levels. 

By creating water potential, that is, when a wet and a dry place are joined by a tube of water, the water flows towards the dry area, water can be directed upwards over great distances. The challenge of a very tall building is the transportation of materials from the bottom to top and the maintenance of even levels of temperature, humidity and air pressure. The tree, being nature's tallest example of a living organism, provides the working model for a tall building.

Photovoltaic Solar Cells

The immense surface area of the building, sheathed with photovoltaic solar cells, provides most of the electrical energy requirements. This power source combined with Atmospheric Energy Conversion and windmill power supplies more than enough power to fulfill the energy requirements of the building. All windows in the building are operable so there is no pressurized, forced-air system used internally. 

Manually operated windows makes temperature control simple and easy to manipulate. All spaces would have a healthy feeling of cross-circulation and the higher floors have more thinner air than the lower floors--just as it is naturally. Persons who wish to work and live in a higher sea level environment can now do so within the building.

The south-facing side of the building has a strong emphasis on open garden balconies and expansive park areas. At the forest levels biological technology plants use sunlight to break down human waste and compost for recycling back into the soil. The building is like a great expanse of natural land turned upward with ten large forest, lake and stream sanctuaries brought up into the sky.

The tower is surrounded on all sides by a lake. Sandy beaches, stone cliffs, water inlets, grass, trees and rocky islands create a beautiful and majestic setting. Two six-lane bridges carry vehicles to the underground parking with its 20 levels of parking. No internal combustion vehicles can operate on the immediate site of the building. Only electric cars, propane and hydrogen gas vehicles and bicycles can be used by its one million inhabitants. A large marina surrounds the building on the east and west sides. 

Residential Neighborhood

Pedestrian walkways and running/bicycling paths abound through hills and dales, grassy knolls, forests and fields. Beaches are easily accessible from any area and small pedestrian bridgeways connect the main building island with smaller islands and the mainland. Persons can hike 11/2 to 2 miles from the building to the mainland. A four-lane roadway surrounds the lake making spectacular opportunities to view the building from the lake's edge.

All residential neighborhoods are located at the outer and inner edge of the building closest to views panoramic views and/or sunlight. The square footage between the neighborhood zones are reserved for retail or commercial use depending upon location. Internal taxi cab vehicles carry persons from one end of a floor to the other end at the larger diameter lower floor levels. Taxi drivers would be paid by the home and business owners association so that drivers are residents of the building who earn a livelihood from working there.

The shape of the building makes it virtually impossible to be uprooted or structurally disturbed by any kind of calamity. The buildings structure can be thought of as a giant stainless steel net stretched and anchored over a central high-strength concrete hollow core with a double helix configuration. Thus the entire building is in constant tension able to produce an equilibrium of stress and strain forces coming from any direction. Even in a tornado or hurricane the building cannot buckle or become dislodged because of its inherent strength and ability to dissipate pushing and pulling forces. 

Add to this its superior aerodynamic qualities of wind deflection(compound surfaces in two planes) and you are presented with a building that, for its weight and size, is virtually indestructible. Using this tension cable system the size of the cables and surface sheathing can remain constant--unlike a typical tall building where the ground level thickness of the walls must be big and heavy.
Baca Selengkapnya »

World's Tallest Skyscraper to Be Built in 210 Days Instead of 90 as Originally Planned

Earlier this year, Chinese Company Broad Sustainable Building (BSB), announced plans to build the world’s tallest skyscraper in an unbelievable 90 days. Now the build time for the 838-meter-tall tower has been pushed back to more reasonable (if still incredibly speedy) 210 days. Sky City is set to shatter the current record for loftiest building held by the 828-meter-tall Burj Khalifa in downtown Dubai.



At a proposed height of 220 stories tall, Sky City is set to become the world’s tallest building. Construction is set to begin by November of this year in the Chinese city of Changsha in the province of Hunan, and the project was originally estimated to take only 90 days to complete. However, developer Broad Sustainable Building has now extended the deadline to March of 2013. Even at this pace, Sky City would set a record completion time 9 times faster than the Burj Khalifa, the globe’s current record holder. It will also cost a “mere” $628 million in contrast to Burj Khalifa’s $1.5 billion price tag.

Sky City is designed to provide housing for over 100,000 people while incorporating retail and leisure facilities. The building will total a whopping 1,000,000 square meters of usable space across 220 floors. 104 separate elevators will transport residents up and down the soon-to-be wonder of the world. The structure is designed to be earthquake resistant, and its 15-cm-thick walls are heavily insulated for energy efficiency.

While competitors such as Gensler, who designed the Shanghai Tower, have shown skepticism over BSB’s timetable, the company is certain they can complete the enormous undertaking. If they experience no more delays, Sky City will still be on track to become one of the largest and least expensive skyscrapers in modern times.




Sumber
Baca Selengkapnya »

Sky City: China Plans to Construct World's Tallest Building in 90 Days

Sky City will soon replace the Burj Khalifa as the world's tallest building, as China plans to one-up Dubai's structure in just 90 days, Business Insider reported.







The tower will be 220 stories and 383 feet high — a mere 10 meters higher than the Burj — and boast a capacity of 70,000 to 120,000 people, according to Next Big Future.

Chinese construction company Broad Sustainable Building (BSB) will construct the residential, commercial and retail space in Changsha, the provincial capital of Hunan Province, Wired reported.

BSB has plenty of experience with speedy building projects: they have built three-story building in nine days and a 30-story hotel in just 15 days, both in Changsha, according to Business Insider.

More from GlobalPost: Tokyo Skytree, world's tallest tower, opens to public in Japan

The building will include a hotel, school, hospital, offices, shops, and restaurants, which will be accessible via 104 elevators, Forbes reported.

BSB plans to use prefabricated materials built at its' factory over around four months, which will then be assembled in two months on site, according to Business Insider.

For some points of comparison, New York's Empire State Building took 410 days to build from start to finish, and the Burj Khalifa took six years days between construction beginning in 2004 and its opening in January 2010. Sky City is set to open in January 2013.

The structure will cost four billion Yuan, or about $628 million, according to Forbes. Dubai’s Burj Khalifa cost an estimated $1.5 billion.

More from GlobalPost: One World Trade Center: New York's tallest building? (PHOTOS)

However, some are skeptical about the building's integrity.

"So far, Sky City does not look like a winner," wrote Forbes' China correspondent Gordon Chang. "Broad originally planned a 666-meter skyscraper, but the local government wanted the world’s tallest. That’s a dead giveaway politics are distorting the economics of the project."

BSB signed an agreement last week with local district authorities in Changsha, Inhabitat reported, but it is still awaiting approval from the central government.




Baca Selengkapnya »

Sky City One in China: 104 Elevators, Living Space for 174,000

The secret to building the world’s tallest building in only 90 days, at much less cost of its nearest rival building? Prefabrication.



Broad Group, a construction company in China, has announced it will built the world’s tallest skyscraper in just 90 days. Plus, says Broad Group, its building will be much cheaper to build than the Burj Khalifa in Dubai (United Arab Emirates) which is currently the world’s tallest manmade structure at 830 meters (2,723 feet). Broad Group’s Sky City One – which will be located in the city of Changsha, Hunan in south-central China – will be 838 meters tall. In contrast to the Burj Khalifa, which cost $450 per square foot to build, Sky City One will cost $63 per square foot.

It's tall alright. Assuming approval by the Chinese government is forthcoming, Sky City One will be the tallest building in the world when it's completed. Image Credit: Broad Group

Broad Group’s secret? Prefabrication. About 95 percent of Sky City One will be put together in modular form before work commences on site.

Given government approval (which is still pending), Sky City One could be completed as early as January 2013, according to Broad Group, after 90 days of assembly. When completed, Sky City One will have living space for 174,000 people on 220 floors – 1 million square meters (11 million square feet) of floor space – with 104 elevators.

The projected cost for Sky City One is $628 million (US). That’s in contrast to the Burj Khalifa, whose total cost was about $1.5 billion (US). And all in one-twentieth of the time that the Burj Khalifa took to build, according to Broad Group.

But the Burj Khalifa in Dubai has Sky City One beat in one way. It was featured in the movie “Mission Impossible Ghost Protocol.” Remember that really tall building? Yep. That was it.

Bottom line: A Chinese construction company called Broad Group says it will built the world’s tallest skyscraper in just 90 days – for much less cost – the Burj Khalifa in Dubai, currently the world’s tallest manmade structure. The builders will accomplish this using prefabrication, building modules on the ground before assembly of the skyscraper begins.




Baca Selengkapnya »

Cina Mampu Bangun Gedung 220 Tingkat dalam 90 Hari?

Sebuah perusahaan konstruksi Cina bersikeras mengatakan bahwa pihaknya akan dapat membangun gedung pencakar langit tertinggi di dunia hanya dalam beberapa minggu.

 CHINE INFORMATIONS/"PRLM"


Perusahaan Broad Sustainable Building mengatakan kepada majalah Construction Week, pihaknya yakin dapat menyelesaikan Sky City, gedung yang direncanakan akan memiliki 220 tingkat tersebut, hanya dalam 90 hari.

Perusahaan itu mengatakan akan menyelesaikan bangunan setinggi 838 meter di kota Changsha dengan kecepatan menakjubkan, sebanyak lima tingkat per hari, dengan menggunakan metode khusus yang menyatukan bagian-bagian bangunan yang sudah dibuat sebelumnya.

Para pejabat mengatakan konstruksi bangunan diperkirakan akan dimulai akhir tahun ini, namun mereka masih menantikan persetujuan pemerintah Cina atas proyek tersebut. Gedung itu nantinya akan didiami lebih dari 31.000 orang, termasuk sekolah, rumah sakit, kantor-kantor dan bisnis lainnya.

Gedung tersebut dirancang oleh para insinyur yang merancang Burj Khalifa di Dubai, dengan ketinggian 828 meter, yang saat ini merupakan gedung tertinggi di dunia.
Broad Sustainable Building mulai dikenal pada akhir tahun 2011, saat perusahaan itu membangun sebuah gedung 30 tingkat hanya dalam waktu 15 hari dengan menggunakan teknologi yang sama.
Baca Selengkapnya »

China Bangun Menara Tertinggi di Dunia Selama 90 Hari

Menara tersebut bakal berdiri di kawasan Chansha, wilayah Provinsi Hunan, China.

Sebuah perusahaan konstruksi asal negeri China, telah merilis rencananya untuk membangun sebuah menara atau bangunan tertinggi di dunia hanya dalam kurun waktu 90 hari.

Ilustrasi Menara Tertinggi di Dunia yang akan berdiri di China



Pihak Broad Construction menyatakan, bangunan tertinggi itu rencananya bakal mempunyai 220 lantai, yang nantinya akan mencakup sebuah sekolah, rumah sakit, 17 helipad dan apartemen yang dapat menampung sekitar 30.000 orang.

Bangunan menara yang dijuluki Sky City ini, akan dikembangkan di kawasan Chansha, wilayah Provinsi Hunan, China.

Pihak pengembang menara ini rencananya akan membangun lima lantai dalam satu hari, dengan menggunakan komponen bangunan yang dirakit bersamaan (prepabrikasi) seperti potongan-potongan Lego.

Sampai saat ini, pihak Broad Construction sendiri mengklaim bahwa mereka telah sukses dalam membangun sekitar 17 gedung bertingkat di sejumlah wilayah daratan China.

Hebatnya, untuk membangun sebuah hotel dengan ketinggian 15 lantai, mereka hanya memerlukan waktu dua hari saja.

Pihak perusahaan sendiri menyatakan, konsep bangunan mereka miliki cukup aman dan berbeda dari yang diperkirakan oleh banyak kalangan.

Pendiri dan chairman Broad Construction, Zhang Yue, merupakan tokoh kunci dalam merancang proses pengerjaan bangunan yang dikatakan tahan terhadap gempa.

Dalam pengerjaan konstruksi bangunan, mereka menggunakan adukan semen yang lebih ringan untuk pengerjaan lantai dan penggunaan bahan baja ringan yang berbeda dari bangunan biasa.

Zhang menyatakan, dengan mengurangi berat bahan bangunan, maka semua konstruksi bangunan yang dikembangkannya bisa menahan gempa berkekuatan 9,0 skala richter.




Baca Selengkapnya »

Jumat, 23 November 2012

Di Matteo Replaced by Rafa Benitez








Di Matteo - Chelsea's Former Manager



Rafa Benitez - Chelsea's New Manager



Roman Abramovich - Chelsea's Owner

Baca Selengkapnya »

Benitez Takes Over Chelsea Hot Seat

Chelsea moved quickly to replace the sacked Roberto Di Matteo Wednesday as Rafael Benitez was appointed as interim manager until the end of the season. The English Premier League side made the announcement on their official website, just hours after the departure of Di Matteo, who had led them to European Champions League glory for the first time earlier this year.

Former Valencia and Liverpool manager Benitez will be thrown in at the deep end, with Chelsea taking on EPL reigning champions and leaders Manchester City Sunday.

"The owner and the Board believe that in Benitez we have a manager with significant experience at the highest level of football, who can come in and immediately help deliver our objectives," read the club statement.

In Benitez we have a manager with significant experience at the highest level of football, who can come in and immediately help deliver our objectives.

"The 52-year-old Spaniard is due to meet the players at the training ground in Cobham tomorrow (Thursday)," it added.

Benitez, who will be the ninth manager under owner Roman Abramovich, has been out of work since being sacked by Inter Milan in December 2010. He guided Valencia to two Spanish titles and the UEFA Cup and spent six years at Liverpool, highlighted by their Champions League triumph in 2005 and reaching the final in 2007.

Former Barcelona manager Pepe Guardiola has been linked with the Chelsea job, but is currently on a year-long sabbatical after leaving the Catalan giants at the end of last season.

Di Matteo, who also won the FA Cup with Chelsea during his brief spell in charge, paid the price for a poor recent run of results, culminating in a 3-0 defeat to Juventus Tuesday which leaves their participation in the knockout stages of this season's Champions League in considerable doubt.




Baca Selengkapnya »

Champions League Winner Di Matteo Sacked by Chelsea

Just six months after leading Chelsea to European Champions League and English FA Cup glory Roberto di Matteo has been sacked by the English Premier League club. He was sacked just hours after Tuesday's 3-0 defeat to Juventus left Chelsea on the brink of becoming the first defending champions to be eliminated in the group stages of the Champions League.

Russian oligarch Roman Abramovich, who took over the club in 2003, is now looking for his ninth manager, with all the indications a replacement has already been found.

Third in the English Premier League despite a series of injuries to key players, Chelsea is on a run of just one win in five league matches and face league leaders Manchester City on Sunday, with the league champions four points ahead of the London side.

Explaining the Italian's dismissal, Chelsea thanked Di Matteo for his"huge contribution" but also said the team's results had "not been good enough".

"The owner and the board felt that a change was necessary now to keep the club moving in the right direction as we head into a vitally important part of the season," added the Chelsea statement.

In order to reach the last 16 of the Champions League, Chelsea must beat Danish side Nordsjaelland in the final round of group matches and hope Ukrainian group leaders Shakhtar Donetsk defeat Juventus.

Former Chelsea midfielder Di Matteo took over first team duties following the sacking of Andre Villas-Boas in March 2011.

The former West Bromwich Albion manager guided Chelsea to English FA Cup success, beating Liverpool 2-1 in the final, before leading the west London club to its first Champions League triumph in May.

The penalty shootout victory over Bayern Munich at the Allianz Arena helped convince Abramovich that Di Matteo deserved the job on a full-time basis and the Italian was handed a two-year contract in June 2012. Eight full-time managers have worked under Abramovich since he took control of Chelsea in 2003.

Despite attacking players such as Brazilian playmaker Oscar and Belgian forward Eden Hazard impressing since arriving during the last preseason, Chelsea has struggled defensively.

Key has been the recent absence of captain John Terry who had to serve a four-match ban for racially abusing an opponent before picking up a knee injury in a 1-1 draw against Liverpool earlier this month. With Terry in and out of the team, Chelsea has conceded 20 goals in its last 10 matches in all competitions.

Much of Di Matteo's tenure was overshadowed by the racism scandal which engulfed Terry and the club. Former England captain Terry was cleared by a London magistrate's court of racially abusing Queens Park Rangers defender Anton Ferdinand but was then found guilty by an English FA tribunal.

Di Matteo, whose team began the season with a 4-1 defeat to Atletico Madrid in the European Super Cup, has also failed to bring the best form out of Fernando Torres -- the striker who Abramovich splashed out $80 million to recruit from Liverpool.

Spain international Torres, who won the golden boot at this year's Euro 2012 tournament, has scored just four goals this season and looks a shadow of the player who shone during four seasons at Anfield. Media reports are already linking Torres' former Liverpool manager Rafael Benitez with the job. The Spaniard has been out of work since being sacked by Inter Milan in January 2011.

Former Barcelona coach Josep Guardiola is also being linked with the Stamford Bridge vacancy. Guardiola led Barca to 14 titles in four years before stepping down from the Nou Camp hotseat at the end of last season. The former Barca captain is currently on sabbatical in the United States.



Baca Selengkapnya »

Kamis, 22 November 2012

Chelsea Pecat Di Matteo

Jawara Eropa Chelsea akhirnya memutuskan memecat pelatih Roberto Di Matteo setelah kalah memalukan 0-3 dari Juventus di arena Liga Champions semalam.

Kekalahan dari Juventus itu memang membuat Chelsea teancam tersingkir lebih dini dari Liga Champions. The Blues berada di posisi tiga klasemen Grup E dengan terpaut dua poin dari Juve yang naik ke posisi dua.

Chelsea harus menang atas Nordsjaelland di laga terakhir sembari berharap Shakhtar Donetsk, yang sudah pasti lolos ke knock-out, mengalahkan Juve di laga terakhir untuk bisa terus melangkah di Liga Champions.

Selain kalah dari Juve, Chelsea juga tampil buruk di empat laga Liga Premier terakhir dimana mereka gagal menang dan harus merelakan puncak klasemen direbut Manchester United dan kini tertinggal empat angka.

Buruknya prestasi Chelsea membuat bos besar Roman Abramovich kehabisan kesabaran dan mendepak Di Matteo pada hari Rabu (21/11). Belum diketahui siapa pengganti Di Matteo.

"Chelsea telah berpisah pagi ini dengan pelatih Roberto Di Matteo. Penampilan terakhir tim dan hasil yang didapat tidak cukup bagus dan pemilik serta direksi merasa perubahan diperlukan sekarang," demikian rilis resmi Chelsea.

Kabarnya eks pelatih Barcelona Josep Guardiola tengah didekati Abramovich untuk bisa mengisi posisi Di Matteo, yang sukses mempersembahkan trofi Liga Champions pertama kali untuk Chelsea.



Baca Selengkapnya »

Penelitian Mengenai (Kata) Mama dan Papa

Proses mengolah bahasa tidak muncul begitu saja, tetapi proses ini sudah dimulai sejak bayi terlahir. Dan mungkin Anda bertanya-tanya mengapa kata yang pertama diucapkan pada bayi selalu kata “Mama” atau “Papa”. Selain fakta bahwa Ibu dan Ayah merupakan orang terdekat sang bayi, kata “Mama” atau “Papa” merupakan struktur kata paling sederhana dan paling mudah dikenali bayi. 

Judith Gervain, peneliti dari Universitas British-Columbia mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai kata-kata pertama pada bayi dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi terbaru. Judith melakukan penelitian terhadap 22 bayi yang baru berusia 2-3 hari. 

Bayi-bayi itu diperdengarkan sejumlah kata yang mengandung perulangan, seperti “mubaba” dan “penana”. Bayi-bayi itu juga diperdengarkan kata-kata non-perulangan seperti “mibage” dan “penaku”. Hasilnya, otak bayi bagian temporal dan frontal kiri lebih bereaksi saat mendengarkan kata-kata yang mengandung perulangan. Sedangkan kata-kata yang tidak mengandung perulangan tidak mendapat respons istimewa pada otaknya. 

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan fakta bahwa pusat bahasa pada orang dewasa yang tidak kidal berada di otak kiri. Menurut Gervain, hal ini juga yang menyebabkan banyak penutur berbagai bahasa tanpa sengaja memiliki daftar kata berulang untuk anak-anaknya. 

Sebuah penelitian lainnya, yang dilakukan tim dari Temple University menyebutkan bayi mempelajari kata lebih berdasarkan sebuah benda yang benar-benar membuatnya tertarik dan menunjukkan minatnya akan sesuatu. Sedangkan pada bayi yang sedang belajar berjalan (toddlers) akan mengikuti kata-kata untuk objek yang sering diucapkan oleh orang dewasa pada mereka. Dengan begitu setiap bayi mempelajari kata-kata dengan cara yang berbeda. 

Kathy Hirsh-Pasek, profesor psikologi dari Temple University mengemukakan, bahwa hal yang paling menarik adalah banyak orang tidak mengetahui bahwa bayi berusia 10 bulan sudah bisa mengamati hal-hal yang membuat mereka tertarik. Pada usia ini sebenarnya mereka sudah belajar kata-kata dan hendaknya para orang tua mulai mengajak mereka berbicara untuk membantu perkembangan bahasa si kecil. 

Ada baiknya mulai sekarang Anda berhati-hati menggunakan perbendaharaan kata jika berada di dekat bayi Anda. Karena tanpa Anda sadari sebenarnya mereka sudah bisa merekam perkataan Anda, apalagi kata-kata yang mengandung perulangan.



Baca Selengkapnya »

Cassiopeia, Cepheus, Andromeda, dan Claudius Ptolemaeus

Cassiopeia adalah suatu rasi bintang di belahan utara yang melambangkan ratu legenda dari Ethiopia, Cassiopeia, yang merupakan istri dari Cepheus dan ibu dari Andromeda. Rasi ini adalah salah satu dari 88 rasi bintang modern, dan juga satu dari 48 yang didaftar oleh Ptolemy.

Cepheus adalah suatu rasi bintang di belahan utara yang melambangkan raja legendaris di Ethiopia, yang juga merupakan istri dari Cassiopeia dan ayah dari Andromeda. Rasi ini adalah salah satu dari 88 rasi bintang modern, dan juga satu dari 48 rasi yang didaftar oleh Ptolemy.

Andromeda adalah figur wanita dalam mitologi Yunani yang dirantai pada sebuah batu untuk diumpankan pada seekor monster laut dan diselamatkan oleh Perseus yang kemudian menjadi suaminya. Andromeda adalah putri dari Cepheus dan Cassiopeia, raja dan ratu Ethiopia.

Cassiopeia telah menyombongkan dirinya memiliki kecantikan yang sama dengan para Nereid, mengakibatkan kemarahan Poseidon, yang mengirimkan banjir dan seekor monster laut, yang menghancurkan baik manusia maupun hewan. Para orang bijak Ammon mengumumkan bahwa tiada pencegah yang dapat ditemukan sampai sang raja mengumpankan putrinya, Andromeda, pada sang monster, maka diikatlah sang putri pada sebuah batu di pantai.

Setelah membunuh Gorgon, Perseus menemukan Andromeda, kemudian membunuh sang monster, membebaskan Andromeda, dan menikahinya. Pernikahan ini membuat marah Phineus, yang kepadanya Andromeda telah berjanji untuk menikah. Pada saat pernikahan, terjadi perselihan di antara kedua rival, dan Phineus diubah menjadi batu oleh pandangan kepala Gorgon.

Claudius Ptolemaeus (bahasa Yunani: Κλαύδιος Πτολεμαῖος; 90 – 168), adalah seorang ahli geografi, astronom, dan astrolog yang hidup pada zaman Helenistik di provinsi Romawi, Aegyptus.

Ptolemaeus adalah pengarang beberapa risalah ilmiah, tiga di antaranya kemudian memainkan peranan penting dalam keilmuwan Islam dan Eropa. Yang pertama adalah risalah astronomi yang dikenal sebagai Almagest (dalam bahasa Yunani Η μεγάλη Σύνταξις , "Risalah Besar"). Yang kedua adalah Geographia, yang merupakan diskusi teliti mengenai pengetahuan geografi Helenistik. Yang ketiga adalah risalah astrologi dikenal sebagai Tetrabiblos ("Empat buku") dimana dia berusaha mengadaptasi astrologi horoskop ke filosofi alam Aristotelian. Ia juga melestarikan daftar raja-raja kuno, disebut "Kanon Ptolemaeus", yang penting bagi penelitian sejarah Timur Tengah.
Nama dan asal

Claudius adalah nomen (nama keluarga) seorang Roma; Ptolemaeus menyandang nama itu, sehingga menjadi bukti bahwa dia adalah seorang warganegara Roma. Sesuai kebiasaan, Keluarga Ptolemy pertama yang menjadi warganegara (entah itu dia atau nenek moyangnya) mengambil nama itu dari seorang Roma yang bernama Claudius, sehingga membuatnya diberi status kewarganegaraan. Jika orang Roma ini adalah kaisar, kewarganegaraan sudah akan diberi di antara tahun 41 dan 68 M. (waktu Claudius, lalu Nero, menjabat kaisar). Astronom itu juga mempunyai praenomen (nama pertama), yang tetap tak diketahui. Tetapi, kemungkinan Tiberius, karena praenomen itu sangat umum di antara yang keluarga-keluarga yang diberi kewarganegaraan oleh kaisar ini.

Ptolemaeus (Ptolemy) adalah sebuah nama Yunani. Muncul satu kali di mitologi Yunani, dalam bentuk Homeric. Cukup biasa di antara golongan sol bagian atas Makedonia pada saat Alexander Agung, dan ada beberapa di antara tentara Alexander, satu diantaranya pada tahun 323 S.M. menjadikan dirinya sendiri Raja Mesir: Ptolemy I Soter; semua raja setelah dia, sampai Mesir menjadi provinsi Roma pada tahun 30 S.M., adalah juga dari dinasti Ptolemaic. Hanya ada sedikit bukti tentang subyek asal-usul Ptolemy (meskipun melihat di atas kewarganegaraan Roma keluarganya), tetapi kebanyakan sarjana dan sejarawan mempertimbangkannya tak mungkin bahwa Ptolemeus berhubungan dengan dinasti kerajaan Ptolemies.

Selain dianggap sebagai seorang anggota masyarakat Yunani Alexandria, hanya sedikit rincian hidup Ptolemaeus yang diketahui. Dia menulis dalam bahasa Yunani Kuno dan diketahui sudah menggunakan data astronomis Babilonia. Seorang warganegara Roma, beberapa sarjana menyimpulkan bahwa secara etnik, Ptolemeus adalah orang Yunani, dan sarjana lainnya berpendapat bahwa dia secara etnik orang Mesir, meskipun Hellenize. Dia banyak dikenal dalam sumber bahasa Arab yang muncul kemudian sebagai Upper Egyptian, diperkirakan dia mungkin berasal dari Mesir selatan. Astronom, ahli ilmu bumi, dan pakar fisika Arab selanjutnya merujuk padanya menggunakan nama Arabnya Batlamyus.



Sumber:
Baca Selengkapnya »

Informasi Lain

Informasi Lain

Informasi yang Anda Cari

Cari Informasi Lain di Blog Basando:
 

google facebook twitter android apple microsoft download

google facebook twitter android apple microsoft download


Basando Plus Aneka Info

Terima Kasih atas kunjungan Anda.


DMCA.com


Cek Peringkat Alexa di sini atau di sini!
Cek Harga Blog di sini atau di sini!
Check your websites worth here or here!

Copyright 2009 - 2017 | BASANDO
Simple Bluewater Special Edition Template
created and designed by WHITE and REDesign of Abank Juki

google facebook twitter android apple microsoft download google facebook twitter android apple microsoft download google facebook twitter android apple microsoft download