Informasi Unggulan

Search Engine (Mesin Pencari) Paling Populer di Dunia

tagar: google, bing, search, engine, mesin, pencari, populer, tools, internet, viral =================================== Berikut in...

Search Engine (Mesin Pencari) Paling Populer di Dunia

tagar: google, bing, search, engine, mesin, pencari, populer, tools, internet, viral
===================================

Berikut ini saya akan mencoba menyampaikan daftar mesin pencari yang paling populer hingga detik ini. Sebelumnya izinkan saya memberikan definisi atau penjelasan singkat mengenai istilah search engine atau mesin pencari. Menurut https://en.wikipedia.org/wiki/Web_search_engine, definisinya sebagai berikut.

web search engine or Internet search engine is a software system that is designed to carry out web search (Internet search), which means to search the World Wide Web in a systematic way for particular information specified in a textual web search query. The search results are generally presented in a line of results, often referred to as search engine results pages (SERPs). The information may be a mix of links to web pages, images, videos, infographics, articles, research papers, and other types of files. 

Terjemahan versi Mbah Gugel adalah:

Mesin pencari web atau mesin pencari Internet adalah sistem perangkat lunak yang dirancang untuk melakukan pencarian web (pencarian Internet), yang berarti untuk mencari World Wide Web secara sistematis untuk informasi tertentu yang ditentukan dalam permintaan pencarian web tekstual. Hasil pencarian umumnya disajikan dalam satu baris hasil, sering disebut sebagai halaman hasil mesin pencari (SERP). Informasi tersebut dapat berupa campuran tautan ke halaman web, gambar, video, infografis, artikel, makalah penelitian, dan jenis file lainnya.

Secara sederhana, mesin pencari artinya suatu situs/web yang dapat digunakan untuk menemukan berbagai hal yang kita butuhkan/inginkan.

Berikut ini adalah daftarnya, berdasarkan urutan kemunculan dalam Google Search Engine dan Bing Search Engine.


A. Versi Google.Com


Why did we create Startpage.com?
As kids, we’re all taught not to touch stuff that doesn’t belong to us. It’s a good guideline. So why are online companies harvesting our personal data without our consent? They shouldn’t. That’s why we’re developing online tools that help you stay in control of your personal information. Search is done. Expect other private versions of common digital services soon. Why?


Qwant, the search engine that respects your privacy
Designed and based in France, Qwant is the first search engine that protects the freedoms of its users and ensures that the digital ecosystem is preserved. Our key words: privacy and neutrality.


We don’t store your personal information. Ever.
Our privacy policy is simple: we don’t collect or share any of your personal information.


Stand on the shoulders of giants
Google Scholar provides a simple way to broadly search for scholarly literature. From one place, you can search across many disciplines and sources: articles, theses, books, abstracts and court opinions, from academic publishers, professional societies, online repositories, universities and other web sites. Google Scholar helps you find relevant work across the world of scholarly research.


Safe sites and pages written specifically for kids. Handpicked and checked by Kiddle editors.
Typically, results 1-3.

Safe, trusted sites that are not written specifically for kids, but have content written in a simple way, easy for kids to understand. Handpicked and checked by Kiddle editors.
Typically, results 4-7.

Safe, famous sites that are written for adults, providing expert content, but are harder for kids to understand. Filtered by Google safe search.
Typically, results 8 onwards.


How Bing delivers search results
As an online search engine, the primary objective of Bing is to connect users with the most relevant search results from the web—providing easy access to quality content produced by web publishers. To do this, Bing automatically crawls the web to build an index of new and updated pages (or URLs) to display as a set of search results relevant to a user-initiated search or action. The content of these pages may reference or contain various online resources and content including websites, images, videos, documents, and other items. 


B. Versi Bing.Com


About Dogpile.com
InfoSpace created the Dogpile search engine because your time is important to us. Powered by Metasearch technology, Dogpile returns all the best results from leading search engines including Google and Yahoo!, so you find what you’re looking for faster.


We don’t store your personal information. Ever.
Our privacy policy is simple: we don’t collect or share any of your personal information.


Filter and refine your search results on Yahoo
Filters restrict the number of search results displayed by only showing items related to specific topics you select. Save time by selecting a filter category (like Web, Images, Video, or News) to quickly find what you're looking for.


Our mission is to organize the world’s information and make it universally accessible and useful.


Why did we create Startpage.com?
As kids, we’re all taught not to touch stuff that doesn’t belong to us. It’s a good guideline. So why are online companies harvesting our personal data without our consent? They shouldn’t. That’s why we’re developing online tools that help you stay in control of your personal information. Search is done. Expect other private versions of common digital services soon. Why?


SafeSearch
SafeSearch helps you avoid explicit content in Search results. We can't catch everything, but the filter helps keep adult content out.
If you turn off SafeSearch, you may get results that contain or depict mature or sexually explicit content. By changing your SafeSearch setting to 'Off', you acknowledge that you are at least 18 years of age.
If you see explicit adult content being displayed when your SafeSearch is on, please report it here.


Demikianlah daftar mesin pencari versi kedua mesin pencari yang populer Anda gunakan. Ada beberapa mesin pencari yang sama, namun urutan kemunculannya dalam hasil pencarian menggunakan situs google dan bing agak berbeda. 

Silakan Anda gunakan beberapa mesin pencari selain yang sudah populer seperti google dan bing. Selamat mencari infomasi. Terima kasih.






Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial


Penulisan 'di' / 'di-' yang Benar ('di' sebagai Kata Depan dan 'di-' sebagai Awalan)


tagar (tags / hashtag):
kesalahan, penulisan, salah, tulis, KBBI, PUEBI, EyD, typo, edit, sunting, penulisan yang benar, aturan


============================================


Dalam setiap kesempatan, sering kali [1] kita membaca tulisan di berbagai media, baik spanduk, papan nama, brosur, surat, maupun media lainnya. Namun, kita tidak (belum) menyadari bahwa terdapat banyak kesalahan dalam penulisan, baik yang tidak disengaja, maupun yang tidak disadari. 

Ketidaksengajaan biasanya disebabkan oleh kesalahan ketik, yaitu salah tekan tuts [2] papan ketik (keyboard) atau typo [3] (kesalahan yang menyebabkan huruf tertukar tanpa disengaja atau kekurangan/kelebihan huruf) karena kita mengetik terlalu cepat atau kurang teliti. Contoh ketidaksengajaan, antara lain, yaitu: 

  • 'potong' tertulis 'potogn'
  • 'bebek' tertulis 'bekeb'
  • 'tanggung' tertulis 'tangung'
  • 'jawab' tertulis 'jawaab'
  • 'tapi' tertulis 'tai'

Sementara itu, kesalahan yang tidak disadari lebih banyak disebabkan oleh ketidaktahuan atau kebelumtahuan mengenai aturan dalam penulisan bahasa Indonesia. Aturan standar atau sering kali dianggap sebagai "kitab suci" penulisan "hanya" ada 2 (dua), yaitu KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang saat ini bisa Anda akses secara daring melalui https://kbbi.kemdikbud.go.id/Cari/Index; dan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) yang dahulu sering disebut sebagai EyD (Ejaan yang Disempurnakan). PUEBI juga bisa diakses secara daring melalui http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/PUEBI.pdf?opwvc=1  atau https://puebi.readthedocs.io/en/latest/. Adapun beberapa contoh kesalahan karena ketidaktahuan atau kebelumtahuan yaitu:

  • 'sering kali' ditulis 'seringkali'
  • 'olahraga' ditulis 'olah raga' [4]
  • 'di mana' ditulis 'dimana'
  • 'di atas' ditulis 'diatas'
  • 'di hati' ditulis 'dihati'
  • 'dibuang' ditulis 'di buang'
  • 'dihina' ditulis 'di hina'
  • 'telah dibuka' ditulis 'telah di buka'
  • 'dikontrakkan' ditulis 'di kontrakkan' (artinya: telah disewakan ke orang lain)
  • 'di kontrakan' ditulis 'dikontrakan' (artinya: posisi berada di rumah kontrak)



Dalam postingan kali ini, saya hanya akan membahas kesalahan yang tampaknya sepele dan sering tidak diacuhkan oleh beberapa penulis, termasuk para "wartawan". Kesalahan tersebut yaitu kesalahan dalam penulisan 'di' sebagai kata depan, preposisi, atau penanda tempat dan lokasi; juga kesalahan penulisan 'di-' sebagai imbuhan (awalan) atau prefiks.

A. Kata Depan

Sebagai kata depan, penulisan 'di' yang benar adalah dipisah (diberi jarak 1 spasi) dengan kata yang mengikutinya, biasanya berupa kata benda. Hal ini sesuai dengan aturan yang terdapat dalam PUEBI (https://puebi.readthedocs.io/en/latest/kata/kata-depan/), yaitu:

  • Penulisan Kata »
  •  
  • Kata Depan

Kata depan, seperti dike, dan dari, ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
  • Di mana dia sekarang?
  • Kain itu disimpan di dalam lemari.
  • Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
  • Mari kita berangkat ke kantor.
  • Saya pergi ke sana mencarinya.
  • Ia berasal dari Pulau Penyengat.
  • Cincin itu terbuat dari emas.
Setelah Anda melihat aturan di atas, maka seyogyanya mulai detik ini Anda memperhatikan penulisan 'di' sebagai kata depan, yaitu 'di' yang menunjukkan atau menandai suatu tempat/lokasi. Contoh penggunaan 'di' sebagai kata depan dalam kalimat adalah sebagai berikut:

Pada suatu hari yang cerah di Ibukota Jakarta, terlihat seorang anak kecil yang duduk sendiri di sebuah kursi lapuk di bawah jembatan Semanggi yang berada di dekat kawasan Senayan. Di sampingnya terdapat sebuah meja reyot dan di atas meja itu ada sebuah botol air mineral dengan beberapa batu kerikil di dalamnya.



B. Awalan (Prefiks)

Sementara itu, penulisan 'di-' sebagai awalan atau prefiks seharusnya digabung dengan kata yang mengikutinya, yang biasanya berupa kata kerja. Hal ini sesuai dengan aturan yang terdapat dalam PUEBI (https://puebi.readthedocs.io/en/latest/kata/kata-berimbuhan/), yaitu:


  • Penulisan Kata »
  •  
  • Kata Berimbuhan
  •  

II.B.1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya. (tambahan dari saya: maksud ditulis serangkai adalah digabung atau disambung dengan kata yang mengikutinya)
Misalnya:
  • berjalan
  • berkelanjutan
  • mempermudah
  • gemetar
  • lukisan
  • kemauan
  • perbaikan
Tambahan contoh awalan 'di-' dari saya pribadi, yaitu:


  • dimakan
  • dilempar
  • diambil
  • disampaikan
  • diutarakan
  • dibawakan
  • diatasi
  • dilewati
  • dihadiri
  • dibuangnya
  • dijualnya
  • dibelinya
  • diperdaya
  • diperalat
  • dipertegas
  • dipermainkan
  • dipermalukan
  • dipersilakan


  • Contoh penulisan 'di-' sebagai awalan/prefiks dalam kalimat adalah sebagai berikut:

    Winda adalah seorang yang sangat dicintai oleh Lucky. Apapun yang diinginkan oleh Winda akan selalu dipenuhi oleh Lucky. Tiada hal lain yang lebih ditakuti oleh Lucky selain ditinggalkan oleh sang kekasih yang amat disayanginya itu. Dimarahi, dibentak, dimaki, bahkan disakiti pun Lucky rela, asalkan dia selalu dijadikan sebagai kekasih Winda sampai akhir hayat.



    Demikianlah, postingan saya kali ini mengenai penulisan 'di' sebagai kata depan dan 'di-' sebagai awalan. Semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila terdapat typo dalam postingan kali ini.




    [1] menurut https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/seringkali, penulisan 'seringkali' tidak dibenarkan alias salah! Adapun yang benar adalah 'sering kali', lihat https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/sering%20kali

    seringkali

     Entri tidak ditemukan.

    Jika Anda mengetahui makna entri [seringkali], silakan memberikan usulan kepada redaksi melalui tautan di bawah (bertuliskan  Usulkan Entri Baru). Usulan Anda akan langsung masuk ke  meja redaksi. Jika usulan Anda telah diluluskan, usulan tersebut akan ditemukan di dalam KBBI Daring.

    sering2 » sering kali

    • kerap kali; acap kali



    tuts

    1. n tombol pada papan penjarian mesin tik atau mesin susun foto, jika ditekan menghasilkan penampakan huruf pada kertas atau pada layar
    2. n bilah-bilah pada piano atau organ yang apabila ditekan mengeluarkan bunyi



    Meaning of typo in English


    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial




    Kegiatan Belajar Online Di Rumah - Materi Teks Puisi - Kelas X

    Teks Puisi



    Kompetensi Dasar

    KD 3.16
    Mengidentifikasi suasana, tema, dan makna beberapa puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca.
    KD 3.17
    Menganalisis unsur pembangun puisi.
    KD 4.16
    Mendemonstrasikan (membacakan atau memusikalisasikan) satu puisi dari antologi puisi atau kumpulan puisi dengan memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi (tekanan dinamik dan tekanan tempo)
    KD 4.17
    Menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya.


    Materi Teks Puisi

    (Silakan dibaca dan hal pentingnya disalin ke Buku Catatan)



    Contoh Puisi  

    (Silakan Dilihat dan Dibaca)


    Latihan Soal 

    (Untuk Belajar, Tidak Dinilai!!!)



    Penilaian Harian (Nilai KD 3.16 dan 3.17) 

    (Nilai Pengetahuan)


    • Untuk ikut Penilaian Harian KD 3.16 klik:


    • Untuk ikut Penilaian Harian KD 3.17 klik:



    Tugas (Nilai KD 4.16 dan 4.17) 

    (Nilai Keterampilan)

    1. Tugas KD 4.16
    Bacalah sebuah puisi dari contoh puisi yang telah diberikan di atas! Ketika Anda membaca puisi tersebut, rekamlah suara Anda dengan HP Anda. Lalu kirimkan rekaman suara ke:
    https://forms.gle/9DnfnMgzvZUshrjc8

    Hal yang dinilai:

    • Artikulasi, ketepatan dalam melafal kan kata-kata.
    • Diksi, pengucapan kata demi kata dengan tekanan yang bervariasi.
    • Jeda, pemenggalan sebuah kalimat dalam puisi.
    • Irama, panjang pendek, keras lembut, tinggi rendah nya suara.
    • Intonasi, lagu suara atau naik turunnya nada suara
    • Tempo, cepat lambatnya pengucapan (suara).
    • Dinamika, lemah kerasnya suara (setidaknya harus terdengar). 


    1. Tugas KD 4.17

    Tulislah sebuah puisi karya Anda sendiri dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Pilihan Tema (pilih salah satu): Keagungan Tuhan; Covid-19; Pembatasan Sosial; Tolong-Menolong; Peduli Sesama
    • Judul: antara 2 kata - 3 kata
    • Jumlah Baris: minimal 10 baris
    • Jumlah Bait: minimal 2 bait
    • Perhatikan huruf besar/kecil
    • Jangan menggunakan titik/koma/tanda seru/tanda tanya
    • Dilarang co-pas dari manapun (co-pas = nilai 0/nol)
    • Ditulis di buku tulis atau kertas selembar, lalu difoto dan kirimkan foto ke:
    https://forms.gle/5fR65AZZw8iVYgXX8.




    Batas waktu (Deadline) 

    Penilaian Harian dan Pengiriman Tugas:

    Kamis, 21 Mei 2020, pukul 18.00 WIB (jam 6 sore)







    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial




    Hal Penting (Harus Diperhatikan) Ketika Membaca Puisi

    Hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca puisi antara lain:


    Volume dan Intonasi 

    Membaca puisi termasuk kegiatan membaca indah. Keindahan membaca puisi tentunya tidak untuk di dengarkan pembacanya sendiri tetapi untuk dinikmati oleh orang lain. Karenanya, saat membaca puisi volume suara harus dapat terdengar oleh pendengar, selemah apapun volume itu.

    Selain volume, intonasi juga sangat penting dalam membaca puisi. Intonasi yang tepat saat membaca puisi ini menunjukkan pemahaman pembacanya akan puisi yang dibaca. Puisi menjadi tidak datar dan terasa keindahannya.


    Ekspresi Wajah/ Mimik

    Pembaca puisi dapat dikatakan sebagai wakil penyair untuk menyampaikan pesan. Sehingga seorang pembaca puisi hendaknya memposisikan dirinya sebagai penyair. Pemahaman yang baik terhadap makna kata dalam puisi akan membantu pembaca puisi untuk mengekspresikan lewat guratan-guratan dan perubahan wajahnya. Karenanya, seorang pembaca puisi hendaknya mampu mengekspresikan setiap suasana puisi yang dibawakannya. Ia harus memahami bagaimana ekspresi wajah marah, sedih, gembira maupun kecewa.


    Kinesik/ Kinestetik

    Gerakan saat membaca puisi juga dapat membantu pembaca dalam menyampaikan pesan atau amanah puisi. Karena fungsi kinesik menekankan pesan yang disampaikan, maka gerakan tubuh yang muncul merupakan cerminan dari pemahaman pembaca dalam memaknai puisi. Sehingga kesan gerakan yang dibuat-buat tidak terlihat oleh pendengar ataupun pemirsa. 



     


    Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi selengkapnya adalah sebagai berikut :



    1. Ekspresi / mimikEkspresi adalah pernyaaan perasaan hasil penjiwaan puisi. sedang kan mimik adalah gerak air muka.
    2. KinesikKinesik adalah gerak angota tubuh
    3. ArtikulasiArtikulasi adalah ketepatan dalam melafal kan kata-kata.
    4. TimbreTimbre adalah warna bunyi suara (bawaan) yang di milikinya
    5. Irama, Irama adalah panjang pendek, keras lembut, tinggi rendah nya suara.
    6. Intonasi, adalah lagu suara atau naik turunnya nada suara
    7. DiksiPengucapan kata demi kata dengan tekanan yang bervariasi dan rasa.
    8. TempoCepat lambatnya pengucapan (suara). Kita harus pandai mengatur dan menyesuaikan dengan kekuatan nafas. Di mana harus ada jeda, di mana kita harus menyambung atau mencuri nafas.
    9. DinamikaLemah kerasnya suara (setidaknya harus sampai pada penonton, terutama pada saat lomba membaca puisi). Kita ciptakan suatu dinamika yang prima dengan mengatur rima dan irama, naik turunnya volume dan keras lembutnya diksi, dan yang penting menjaga harmoni di saat naik turunnya nada suara.
    10. ModulasiMengubah (perubahan) suara dalam membaca puisi.
    11. JedaPemenggalan sebuah kalimat dalam puisi.
    12. PernafasanBiasanya, dalam membaca puisi yang digunakan adalah pernafasan perut.
    13. PenampilanSalah satu factor keberhasilan seseorang membaca puisi adalah kepribadian atau performance diatas pentas. Usahakan terkesan tenang, tak gelisah, tak gugup, berwibawa dan meyakinkan (tidak demam panggung).
    14. KomunikasiPada saat kita membaca puisi harus bias memberikan sentuhan, bahkan menggetarkan perasaan dan jiwa penonton.
    15. KonsentrasiPemusatan pikiran terhadap isi puisi yang akan kita baca.





    sumber:

    https://baktimu.blogspot.com/2017/10/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-ketika.html

    https://dwiayukusuma14.blogspot.com/2014/11/hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam.html






    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial








    Informasi Populer

    Informasi LN

    Informasi DN

    Informasi Ragam

    Informasi Lengkap Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
    Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
    Gunakanlah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini untuk mengecek kosakata baku!
    Buku Pelajaran Elektronik Online
    Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdiknas

    BSE MAHONI BSE MAHONI